edisiana.com – Real Madrid meraih kemenangan. Kylian Mbappé kembali menjadi penentu. Namun Bernabéu pulang dengan perasaan campur aduk. Karena di balik skor 2–1, Madrid kehilangan sesuatu yang jauh lebih berharga: Jude Bellingham.
Pertandingan baru saja dimulai ketika kabar buruk datang. Bellingham terkapar dan harus ditarik keluar akibat cedera hamstring. Stadion terdiam. Kekhawatiran menyelimuti malam Madrid.
Tak lama setelah itu, Vinícius Jr mencoba meredam kecemasan. Sang Brasil membuka skor di awal laga, memberi Real keunggulan dan ilusi bahwa semuanya masih terkendali.
Tapi Rayo Vallecano menolak menyerah.
Tepat setelah jeda, Jorge de Frutos menyamakan kedudukan. Sebuah pukulan telak yang menghidupkan laga dan membuat Madrid kembali terjebak dalam ketegangan.
Real menyerang tanpa henti. Mbappé dan Camavinga sama-sama membentur tiang gawang.
Keberuntungan seolah menertawakan Los Blancos. Namun momentum berubah ketika Rayo harus bermain dengan 10 orang, setelah Pathé Ciss menerima kartu merah langsung akibat tekel keras.
Meski unggul jumlah pemain, kegelisahan justru menyelimuti para pendukung tuan rumah. Waktu terus berjalan, gol tak kunjung datang.
Sampai akhirnya, momen yang ditunggu tiba. Sebuah pelanggaran di kotak penalti memberi Real hadiah emas. Mbappé melangkah maju, tenang, dingin, dan mematikan. Penalti dieksekusi sempurna. Gol. Kelegaan. Bernabéu meledak.
Drama belum selesai. Pada menit ke-103, Pep Chavarría menerima kartu kuning kedua dan diusir keluar lapangan, menutup malam kelam bagi Rayo.
Menukil BBC, gol itu menjadi gol ke-22 Mbappé di La Liga, angka yang menegaskan statusnya sebagai penentu tak tergantikan.
Namun kemenangan ini terasa mahal. Sang bintang Prancis bersinar, tiga poin diamankan, tetapi bayang-bayang cedera Bellingham menggantung di atas Madrid.
Real menang.
Mbappé menentukan. Tapi harga yang dibayar… mungkin terlalu tinggi.(maq)










