Bola  

Solskjaer Incar Brandon Williams untuk Perkuat Lini Pertahanan

Ole Gunnar Solskjaer bersama Brandon Williams saat di Manchester United. Foto: via Daily Mail

edisiana.com – Mantan manajer Manchester United, Ole Gunnar Solskjaer, yang kini pelatih Besiktas tengah mempertimbangkan untuk merekrut mantan anak asuhnya, Brandon Williams, guna memperkuat lini pertahanan tim barunya.

Menurut laporan The Sun via Daily Mail, pelatih asal Norwegia itu terbuka untuk mendatangkan Williams, yang merupakan lulusan akademi Manchester United dan pernah menjadi bagian dari Timnas Inggris U-21.

Williams sempat berkembang pesat di bawah asuhan Solskjaer dan diberikan debut seniornya pada September 2019.

Bek berusia 24 tahun itu mencatatkan 36 penampilan di semua kompetisi dalam musim debutnya—yang saat itu dianggap sebagai musim terobosannya di tim utama United. Namun, kariernya tidak berkembang seperti yang diharapkan.

BACA JUGA:  Paris FC Ambil Tiket Promosi ke Ligue 1

Kesempatan bermain di tim utama semakin terbatas, hingga akhirnya ia dipinjamkan ke Norwich City dan kemudian ke Ipswich Town.

Sayangnya, masa peminjamannya juga tidak berjalan mulus. Musim lalu, ia tersingkir dari skuad utama Ipswich Town yang tengah berjuang promosi di bawah asuhan Kieran McKenna. Masalah di luar lapangan turut memperburuk situasinya.

Pada Mei lalu, Williams dijatuhi hukuman penjara 14 bulan yang ditangguhkan setelah terbukti bersalah mengemudi secara berbahaya. Ia diketahui mengendarai Audi A3 miliknya secara sembrono di A34, Cheshire—menabrak sebuah Ford Fiesta dan hampir menyebabkan kecelakaan serius dengan melaju hingga kecepatan 100mph.

BACA JUGA:  Al Nassr Melaju ke Babak Penyisihan Grup Champions

Ia juga mengakui bahwa saat itu mencoba “pamer” di hadapan penumpang wanita yang duduk di sebelahnya.

Seorang saksi bahkan merekam Williams dengan balon di mulutnya, menandakan kemungkinan penggunaan gas tawa (nitrous oxide). Jaksa menyebut bahwa situasi tersebut sangat berbahaya dan hanya keberuntungan yang mencegah terjadinya cedera serius atau bahkan kematian.

Hakim Lamb dari Pengadilan Mahkota Chester menegaskan bahwa tidak ada pembenaran atas tindakan Williams, namun mengakui adanya “mitigasi pribadi yang kuat”, termasuk kondisi mental yang terpengaruh oleh depresi pada saat kejadian.

BACA JUGA:  Madrid Rebut Puncak Klasemen Usai Kalahkan Getafe, Barcelona Tergeser

Meskipun kontroversi mengiringi perjalanan kariernya, Solskjaer tampaknya masih percaya pada potensi Williams dan mempertimbangkan untuk memberinya kesempatan kedua.(maq)