edisiana.com – Lionel Messi akhirnya memastikan diri mengakhiri perjalanan panjangnya bersama tim nasional Argentina. Legenda sepak bola dunia itu menegaskan keputusan pensiun dari sepak bola internasional merupakan keputusan yang menyakitkan. Namun, menurutnya, waktunya kini telah tiba.
Messi mengaku sudah memberikan seluruh kemampuan terbaiknya untuk Argentina. Di sisi lain, dia menyadari ada generasi pemain muda berbakat yang layak mendapatkan kesempatan untuk melanjutkan estafet di timnas.
“Saya sudah memberikan yang terbaik, saya sudah tidak punya apa-apa lagi untuk diberikan. Lagipula, ada beberapa pemain muda berbakat yang muncul di belakang saya yang pantas mendapatkan kesempatan mereka,” ujar Messi saat mengumumkan keputusan pensiunnya dikutip dari BBC pada hari ini.
Peraih delapan Ballon d’Or tersebut mengungkapkan, keputusan itu sebenarnya sudah dia tuliskan dalam sebuah pesan pada 21 Juli. Itu terjadi dua hari setelah Argentina menelan kekalahan dari Spanyol pada final Piala Dunia musim panas ini.
Messi kemudian menyampaikan kembali keputusan tersebut melalui akun Instagram-nya pada Senin (31/8/2026). Dia juga mengaitkan keputusan tersebut dengan kondisi sang ayah.
“Hari ini, setelah apa yang terjadi dengan ayah saya, saya bahkan lebih yakin daripada sebelumnya,” imbuhnya.
Meski meninggalkan panggung internasional, karier Messi belum sepenuhnya berakhir. Pemain berusia 39 tahun itu masih akan melanjutkan kiprahnya di level klub bersama Inter Miami yang berlaga di Major League Soccer (MLS). Messi masih terikat kontrak bersama klub Amerika Serikat tersebut hingga akhir musim 2028.
Perjalanan Messi bersama Argentina sendiri dimulai pada 2005. Debutnya terjadi saat menghadapi Hungaria dalam laga persahabatan. Messi masuk sebagai pemain pengganti pada menit ke-63 dalam pertandingan yang berakhir dengan kemenangan Argentina 2-1.
Namun, debut tersebut justru berlangsung singkat sekaligus kontroversial. Kurang dari satu menit setelah masuk lapangan, Messi diganjar kartu merah setelah lengannya mengenai wajah bek sayap Hungaria, Vilmos Vanczak.
Awal yang sulit itu kemudian berubah menjadi perjalanan luar biasa. Messi berkembang menjadi salah satu pemain terbesar sepanjang sejarah sepak bola dunia. Bersama Argentina, dia berhasil meraih dua gelar Copa America serta membawa negaranya menjadi juara Piala Dunia 2022 di Qatar.
Selama 21 tahun membela Argentina, Messi mencatatkan 207 penampilan dengan torehan 125 gol. Catatan tersebut membuatnya menjadi pencetak gol terbanyak sepanjang masa sekaligus pemain dengan jumlah penampilan terbanyak dalam sejarah timnas Argentina.
Kini, setelah lebih dari dua dekade mengabdi, Messi memilih menutup babak internasionalnya. Sebuah keputusan pahit bagi Argentina, sekaligus akhir dari era salah satu pesepak bola paling berpengaruh di dunia.(maq)










