edisiana.com – Inter Milan harus menelan kekalahan mengejutkan dalam ajang Piala Dunia Antarklub setelah takluk 0-2 dari wakil Brasil, Fluminense. Kemenangan ini mengantarkan Fluminense ke perempat final, di mana mereka akan menghadapi pemenang antara Manchester City dan Al Hilal.
Pelatih Fluminense, Renato Gaúcho, membuat keputusan berani dengan memasang tiga bek dalam formasi bertahan. Strategi itu terbukti efektif. Inter dibuat frustrasi sepanjang laga, sementara sang juara Copa Libertadores 2023 tampil disiplin dan efisien.
Fluminense langsung membuka keunggulan saat pertandingan baru berjalan tiga menit. Germán Cano menyambar umpan silang yang dibelokkan dan menyundul bola dari jarak dekat, melewati kaki kiper Yann Sommer. Gol cepat itu memberi semangat tambahan bagi tim Brasil.
Meski Inter mendominasi penguasaan bola, Fluminense justru menciptakan peluang yang lebih berbahaya. Penyerang Kolombia, Jhon Arias, menjadi ancaman konstan bagi pertahanan Inter dan berhasil merepotkan Sommer sepanjang pertandingan.
Fluminense nyaris menggandakan keunggulan pada menit ke-39 melalui sundulan Ignacio setelah kemelut di kotak penalti, namun gol tersebut dianulir karena offside.
Inter mencoba bangkit usai jeda, tetapi pertahanan solid Fluminense membuat mereka kesulitan menembus. Stefan de Vrij gagal memanfaatkan peluang emas dari jarak dekat, kiper Fábio berhasil menepis tembakan Sebastiano Esposito, sementara sepakan Lautaro Martínez hanya membentur tiang gawang.
Kemenangan Fluminense dipastikan oleh pemain pengganti, Hercules, yang mencetak gol kedua tiga menit memasuki waktu tambahan. Dengan tenang, ia melepaskan tembakan dari tepi kotak penalti untuk mengunci kemenangan 2-0 dan mengantarkan klub Brasil itu ke babak delapan besar.
Pelatih Renato Gaúcho menyoroti pentingnya mentalitas dan kepercayaan timnya.”Tim percaya, berjuang, dan tetap fokus selama 90 menit,” ucap Renoto dikutip dari ESPN.
“Saya tanamkan dalam benak mereka bahwa itu akan berhasil. Inter adalah tim yang hebat. Mereka punya lebih banyak uang daripada kami, tetapi di lapangan, mereka bermain 11 lawan 11,” ujar Renato menambahkan. (maq)
