edisiana.com – Justin Kluivert memiliki nama besar dari ayahnya yang legendaris di Barcelona. Namun dia ingin menunjukkan jati dirinya sendiri. Dengan performa gemilangnya di Bournemouth.
Ia merupakan putra pemain hebat Belanda Patrick, pelatih Timnas Indonesia, salah satu penyerang paling ditakuti di Liga Primer.
Pemain berusia 25 tahun itu, yang dipuji sebagai pemain bernomor punggung 10 yang sempurna oleh Marc Overmars saat masih kecil.
Dia telah mencetak 13 gol dan tujuh assist yang mengesankan di semua kompetisi musim ini. Kluivert yang terus membaik optimis bahwa semua hal baik akan datang.
Dalam tiga hal setelah kelahiran anak pertamanya dan setelah mendapatkan dua kali kesempatan bermain untuk Belanda selama jeda internasional melawan Spanyol.
Kluivert sekarang ingin membawa Bournemouth yang mengejar gelar Eropa ke semifinal Piala FA dengan mencetak gol ke gawang Manchester City. Namun mimpinya buyar karena klubnya tersingkir
Sejak usianya yang baru 17 tahun, bintang Cherries yang ambisius itu bersikeras bahwa jalannya menuju puncak permainan sudah dipetakan di depannya setelah terobosan seniornya yang menggembirakan di Ajax.
Namun, setelah masa-masa yang membuat frustrasi di Italia, Jerman, Prancis, dan Spanyol bersama Roma, RB Leipzig, Nice, dan Valencia, tekanan untuk membawa nama keluarga yang bergengsi tidak lagi membebani Kluivert di Bournemouth yang sedang naik daun.
“Saya masuk ke tim utama Ajax pada tahun 2017 dan langsung masuk ke final Liga Europa. Saya pikir itu hal yang biasa, Anda tahu, di semua tim muda Ajax kami terbiasa masuk ke final di setiap turnamen, di mana pun kami bermain di Eropa,” terangnya seperti dilansir Mirror pada hari ini.
“Jadi pada saat itu saya juga yakin akan meraih mimpi saya bermain untuk Barcelona dan sejujurnya, semuanya berjalan cepat,” tambahnya.
“Berikutnya saya melakukan transfer besar ke Roma dan saya berpikir, saya hampir sampai di sana tetapi saya naif. Saya sekarang berusia 25 tahun dan saya telah belajar bahwa segala sesuatunya tidak mudah, saya harus bekerja sangat keras,” tambah Justin menerangkan.
Tahun ini merupakan tahun yang luar biasa bagi pemain asal Belanda ini. Hat-trick-nya yang memukau di Newcastle , tempat ayahnya Patrick dulu bermain.
Hingga ia meraih penghargaan Pemain Terbaik Liga Primer Bulan Ini pada bulan Januari.
Para ahli statistik juga bersemangat untuk menunjukkan bahwa Kluivert kini telah mencetak lebih banyak gol di liga utama di St James’ Park daripada ayahnya, yang menghabiskan satu musim di Tyneside bersama the Magpies dan kini Kluivert melatih Indonesia.(maq)
