edisiana.com – Duel Le Classique antara Paris Saint-Germain dan Marseille kurang menggigit. Dua gol tuan rumah baru terjadi di babak kedua pada pertandingan dinihari tadi.
PSG mengalami babak pertama yang membuat frustrasi di Stade Velodrome yang diguyur hujan. Pertahanan Marseille menggagalkan pencetak gol terbanyak liga Kylian Mbappé sampai ia digantikan tepat setelah satu jam berlalu.
Lucas Beraldo dikeluarkan dari lapangan lima menit sebelum turun minum. Dia melanggar Pierre-Emerick Aubameyang di tepi lapangan yang dianggap wasit menyangkal peluang mencetak gol.
Namun Vitinha membuka skor bagi sang pemimpin liga pada menit ke-53. Ia berlari melalui lini tengah dan memainkan umpan satu-dua dengan Ousmane Dembele sebelum melepaskan tembakan dari dekat titik penalti.
Marseille mengira mereka telah menyamakan kedudukan enam menit kemudian. Luis Henrique mencetak gol tetapi usahanya dianulir karena offside.
Marseille menekan keras dengan Aubameyang dan Faris Moumbagna menciptakan beberapa peluang.Tapi Ramos mengakhiri harapan comeback mereka pada menit ke-85.
Melalui Marco Asensio yang memberikan umpan kepadanya untuk penyelesaian kaki kanan yang membungkam Stade Velodrome.
“Selalu ada keinginan untuk tidak dapat diprediksi oleh lawan. Saya menyukai apa yang saya lihat dalam hal penguasaan ruang. Jika Anda tidak tahu di mana pemain saya akan bermain, itu adalah kejutan,” kata Luis Enrique seperti dilansir dari ESPN.
PSG selanjutnya akan menghadapi Stade Rennais di semifinal Piala Prancis pada Rabu nanti. Sedangkan Marseille, yang berada di peringkat ketujuh dengan 39 poin, akan mengunjungi Lille di liga pada Jumatnya.
Dua gol juara liga atas rival mereka membawa PSG mengumpulkan 62 poin dan membuat mereka unggul 12 poin dari peringkat kedua Brest yang menang 1-0 di Lorient pada sehari sebelumnya.(maq)
