edisiana.com – Atletico Madrid harus puas bermain imbang saat bertandang ke markas Stuttgart dalam pertandingan Liga Champions pada Selasa malam. Beruntung, Julian Alvarez muncul sebagai penyelamat lewat gol penyama kedudukan yang sekaligus menjadi gol pertamanya musim ini.
Stuttgart sejatinya tampil dominan pada babak pertama. Namun, tuan rumah baru mampu memecah kebuntuan pada menit ke-36 melalui Jamie Leweling.
Winger Stuttgart itu melepaskan tendangan rendah dari tepi kotak penalti yang gagal dibendung pertahanan Atletico.
Keunggulan tersebut seharusnya bisa menjadi modal Stuttgart untuk mengamankan kemenangan. Sayangnya, sejumlah peluang yang terbuang pada babak pertama justru harus dibayar mahal.
Memasuki babak kedua, Atletico langsung memberikan respons. Baru sekitar satu menit setelah jeda, Alvarez sukses menyamakan kedudukan dan menghidupkan kembali peluang tim tamu untuk mencuri hasil positif.
Situasi Atletico semakin sulit setelah pelanggaran yang dilakukan pemain mereka, Hjulmand, membuat tim harus bermain dengan 10 orang selama 26 menit terakhir pertandingan.
Kondisi tersebut semestinya menjadi keuntungan bagi Stuttgart untuk menekan dan memburu gol kemenangan. Namun, dominasi jumlah pemain gagal dimaksimalkan menjadi keunggulan di papan skor.
Peluang terbaik Stuttgart datang melalui situasi sepak pojok yang dilepaskan Maximilian Mittelstadt. Bek Jeff Chabot berhasil menyambut bola dengan sundulan, tetapi arah bola masih melebar dari sasaran.
Hingga peluit panjang dibunyikan, Stuttgart tak mampu mencetak gol tambahan. Sementara itu, Atletico bisa bernapas lega setelah membawa pulang hasil imbang berkat gol Alvarez.
Hasil tersebut menjadi pengingat bagi Stuttgart bahwa dominasi permainan dan keunggulan jumlah pemain belum cukup untuk menjamin kemenangan.
Sebaliknya, menukil BBC, bagi Atletico, gol Alvarez menjadi modal penting setelah mereka terhindar dari kekalahan dalam laga yang berjalan sulit.(maq)











