Bola  

Malam Bersejarah Klub Milik Pengusaha Indonesia

Nico Paz dan koleganya di Como merayakan gol kemenangan. Foto: via Football

edisiana.com  – Como bersiap mencatatkan malam bersejarah saat menjamu Manchester United dalam laga penyisihan Liga Champions. Rabu malam ini menjadi momen istimewa, bukan hanya bagi klub berjuluk I Lariani tersebut, tetapi juga bagi Kota Como, para pendukung, hingga Stadion Giuseppe Sinigaglia.

Perjalanan Como menuju panggung elite sepak bola Eropa tidak terjadi dalam semalam. Klub yang kini menjadi sorotan itu memulai kebangkitannya dari kasta bawah setelah diambil alih pengusaha Indonesia pada 2019. Kala itu, Como masih berkompetisi di kasta keempat sepak bola Italia.

Namun, perlahan tetapi pasti, Como terus menapaki tangga kesuksesan. Kerja keras dan proyek jangka panjang yang dibangun klub membuahkan hasil ketika mereka promosi ke Serie A pada 2024.

BACA JUGA:  Kini Arsenal Dijagokan Juara Liga Inggris

Kini, Como berhasil menorehkan pencapaian yang lebih besar dengan menembus Liga Champions untuk pertama kalinya dalam sejarah klub. Pertemuan melawan Manchester United pun menjadi salah satu tonggak penting dalam perjalanan panjang tersebut.

Pelatih Como, Cesc Fabregas, menjadi sosok penting dalam proyek kebangkitan klub. Sebelum membawa Como bersaing di panggung sepak bola Eropa, mantan pemain Chelsea itu telah menyampaikan visinya kepada manajemen dan seluruh elemen klub.

Menurut Fabregas, keberhasilan Como bukan semata-mata soal hasil di lapangan, melainkan juga tentang membangun kebersamaan dan menjaga identitas klub.

BACA JUGA:  Paris FC Ambil Tiket Promosi ke Ligue 1

“Setelah itu, kami menjalankan rencana tersebut. Kami adalah sebuah keluarga di sini. Bahkan ketika kami kalah, para penggemar tetap datang dan merayakan,” ujar Fabregas dikutip dari BBC pada hari ini.

Dia menegaskan, perjalanan Como harus dijalani dengan tetap berpijak pada kenyataan dan tidak melupakan asal-usul klub.

“Kita harus tetap rendah hati dan mengingat siapa diri kita sebenarnya. Sebab, kisah Como akan menjadi sesuatu yang indah dan akan kita kenang selamanya,” lanjutnya.

Bagi Como, laga melawan Manchester United bukan sekadar pertandingan sepak bola. Momen ini menjadi simbol perjalanan panjang sebuah klub yang pernah berkutat di kasta keempat, sebelum akhirnya mampu menembus panggung tertinggi kompetisi antarklub Eropa.

BACA JUGA:  Madrid Sikat Girona 3-0

Kini, di hadapan pendukung sendiri di Stadion Giuseppe Sinigaglia, Como berpeluang menambah babak baru dalam kisah kebangkitan mereka.

Malam bersejarah itu menjadi bukti bahwa mimpi besar dapat diraih melalui visi, kesabaran, dan kerja keras.(maq)