Bola  

Rodri Jadi Luka Madrid, Barcelona Melaju Enam Poin di Atas Real Madrid

Dari kiri ke kanan, Pau Cubarsí, Rodri dan Unai Simon mendapat penghargaan FIFA. Foto: via MetroSports

edisiana.com – Musim ini, Barcelona tampil lebih moncer dan mulai meninggalkan rival abadinya, Real Madrid. Blaugrana kini unggul enam poin di klasemen LaLiga, sebuah jarak yang mulai terasa signifikan dalam persaingan menuju gelar juara.

Tim asuhan Hansi Flick yang memimpin klasemen dan skuad besutan Jose Mourinho berada dalam situasi yang sangat berbeda.

Real Madrid harus melihat Barcelona melaju di depan, sementara tekanan terhadap Los Blancos terus meningkat seiring performa yang belum memenuhi ekspektasi.

Di Barcelona, pujian mengalir berkat permainan dan konsistensi yang ditunjukkan tim Flick. Sebaliknya, Madrid lebih banyak menerima kritik. Investasi besar yang dilakukan klub belum sepenuhnya terbayar dengan performa yang meyakinkan.

BACA JUGA:  Van Persie Jadi Manajer Feyenoord

Bahkan, sebagian pendukung Madrid sendiri mulai menjadi kritikus paling keras terhadap tim kesayangan mereka.

Di tengah situasi tersebut, muncul pula narasi mengenai keputusan wasit di Santiago Bernabéu yang dianggap merugikan Madrid. Namun, bagi banyak pihak di Madrid, persoalan yang lebih mendasar justru berada di lini tengah: absennya sosok seperti Rodri.

Setelah dua tahun tanpa seorang playmaker yang mampu mengendalikan permainan dari pusat lapangan. Kehilangan Toni Kroos dan kemudian Luka Modric semakin terasa. Kroos meninggalkan sepak bola profesional pada musim panas 2024.

Sementara Modric akhirnya berpisah dengan Real Madrid dan melanjutkan kariernya bersama AC Milan.

Dua pemain tersebut meninggalkan warisan besar di lini tengah Madrid. Mereka bukan sekadar pengumpan, tetapi juga pemain yang mampu menentukan tempo, mengontrol pertandingan, dan memberikan ketenangan ketika tim berada dalam tekanan.

BACA JUGA:  Forest dan Villa Menang dengan Menyala

Karena itu, nama Rodri kembali menjadi bahan perbincangan. Gelandang asal Spanyol tersebut dianggap sebagai salah satu sosok yang paling cocok untuk mengisi kekosongan tersebut.

Bagi banyak pendukung Madrid, perekrutan Rodri pada musim panas lalu merupakan salah satu opsi yang sangat diharapkan.

Melansir MD, kehadiran pemain seperti Rodri diyakini dapat memberikan dimensi berbeda kepada lini tengah Madrid. Kemampuannya dalam menjaga penguasaan bola, membaca permainan, serta mengatur ritme membuatnya menjadi profil yang menarik bagi klub sebesar Real Madrid.

Kini, ketika Barcelona unggul enam poin di klasemen, absennya sosok pengatur permainan seperti Rodri terasa semakin nyata. Madrid masih memiliki waktu untuk memperbaiki keadaan, tetapi tekanan terus bertambah.

BACA JUGA:  Filosofi Bayern Beda dengan Ronaldo

Barcelona menikmati posisi di puncak. Madrid, sebaliknya, harus menemukan kembali identitas permainan dan jawaban atas persoalan di lini tengahnya. Dan di tengah perdebatan tersebut, satu nama terus muncul: Rodri.(maq)