edisiana.com – Barcelona asuhan Hansi Flick terus menunjukkan wajah menakutkan musim ini. Setelah tampil sempurna di kompetisi domestik, Blaugrana membuat badai gol terhadap Feyenoord 5-1 dalam Liga Champions di Spotify Camp Nou, Rabu malam.
Barcelona langsung menginjak gas sejak menit pertama. Hanya dua menit setelah pertandingan dimulai, Raphinha sudah membuka keunggulan tuan rumah.
Gol tersebut lahir dari kerja sama apik dengan Lamine Yamal. Menerima umpan dari sang winger muda, Raphinha menerobos pertahanan Feyenoord, melewati sejumlah pemain belakang, lalu melepaskan penyelesaian tenang yang membuat Barcelona unggul cepat.
Dominasi Barcelona terus berlanjut. Pada menit ke-22, tekanan bertubi-tubi tuan rumah kembali membuahkan hasil. Penguasaan bola yang nyaris tanpa celah diakhiri dengan penyelesaian keras Karim Adeyemi dari luar kotak penalti.
Tendangan kaki kanan Adeyemi meluncur deras dan tak mampu dihentikan Tjark Ernst. Barcelona pun memasuki jeda dengan keunggulan nyaman.
Selepas turun minum, pesta belum berakhir. Pedri menjadi otak serangan Barcelona dan berhasil membongkar rapatnya pertahanan Feyenoord. Raphinha kemudian kembali mencatatkan namanya di papan skor untuk menggandakan keunggulannya malam itu.
Gol tersebut sekaligus membuat Raphinha telah mengoleksi delapan gol di semua kompetisi musim ini.
Lamine Yamal kemudian ikut meramaikan pesta. Menjelang akhir pertandingan, pemain muda Barcelona itu mencetak gol melalui tendangan bebas sekaligus membuka rekening golnya di Liga Champions.
Feyenoord sempat mendapatkan sedikit hiburan setelah sebelumnya dua gol mereka dianulir karena offside. Goncalo Borges dan Sem Steijn akhirnya bekerja sama menghasilkan gol yang sah, dengan Steijn menyambar bola di tiang jauh untuk memperkecil ketertinggalan.
Namun, Barcelona tidak membiarkan pertandingan berakhir dengan skor tipis.
Pemain pengganti Gabriel Jesus menjadi penutup pesta. Menerima umpan silang sempurna dari Yamal, penyerang Brasil itu langsung menceploskan bola ke sudut kiri bawah gawang.
Skor 5-1 menjadi gambaran sempurna dominasi Barcelona. Hansi Flick kembali melihat timnya tampil agresif, efektif, dan tanpa ampun. Dan melansir ESPN, merupakan sebuah sinyal jelas bahwa Blaugrana datang ke Liga Champions musim ini bukan sekadar untuk meramaikan persaingan.(maq)










