edisiana.com – Debut bersejarah Como di kompetisi Eropa mendapat sentuhan emosional. Klub Serie A tersebut akan menjamu RB Leipzig pada Kamis malam setelah untuk kali pertama dalam 119 tahun sejarahnya berhasil menembus kompetisi Liga Champions.
Como memastikan tiket ke kompetisi elite Eropa setelah menutup musim lalu di posisi keempat Serie A di bawah asuhan Cesc Fabregas. Namun, antusiasme suporter menyambut debut bersejarah itu terbentur kapasitas stadion.
Stadio Giuseppe Sinigaglia yang berada di tepi Danau Como hanya mampu menampung sekitar 12 ribu penonton. Kapasitas tersebut bahkan harus kembali dikurangi sekitar 1.000 kursi karena kebutuhan penyiaran dan operasional UEFA.
Tak heran, tiket pertandingan langsung ludes. Banyak pendukung Como pun harus gigit jari karena tidak kebagian tempat untuk menyaksikan langsung momen bersejarah klub kesayangan mereka.
Kondisi tersebut membuat Presiden Como Mirwan Suwarso mengambil keputusan yang menyentuh. Melalui unggahan di Instagram, Suwarso mengumumkan dirinya bersama sejumlah eksekutif klub akan menyerahkan kursi mereka kepada suporter yang lebih tua.
“Dengan kapasitas yang berkurang dan jumlah tiket yang terbatas, sayangnya kami tidak dapat mengakomodasi semua orang yang ingin hadir,” tulis Suwarso dikutip dari BBC pada hari ini.
“Kami ingin kursi-kursi itu dialokasikan kepada para pendukung yang telah menunggu paling lama – penggemar yang lahir pada tahun 1950 atau sebelumnya, yang telah mengikuti Como melalui setiap divisi dan setiap era,” imbuhnya.
Menurut Suwarso, para suporter senior tersebut merupakan bagian penting dari perjalanan panjang Como. Mereka telah menyaksikan klub melewati berbagai fase, termasuk ketika harus berjuang di divisi-divisi bawah sepak bola Italia.
“Kami akan merasa terhormat untuk memberikan tempat duduk kami kepada mereka,” lanjutnya.
Keputusan tersebut membuat debut Como di panggung Eropa bukan sekadar pertandingan sepak bola. Bagi para suporter sepuh, kesempatan itu menjadi hadiah atas kesetiaan selama puluhan tahun mendampingi klub.
Setelah melewati perjalanan panjang selama 119 tahun, Como akhirnya mendapat kesempatan mencicipi atmosfer kompetisi Eropa.
Dan kali ini, kursi terbaik di stadion justru diberikan kepada mereka yang telah paling lama setia menunggu.(maq)











