edisiana.com – Fenerbahce berhasil mengamankan kemenangan tipis 2-1 atas Lyon pada leg kedua babak play-off Liga Champions, Rabu malam. Namun, kemenangan tersebut harus ternoda insiden kericuhan yang terjadi sesaat setelah pertandingan berakhir.
Fenerbahce tampil lebih meyakinkan meski pada leg pertama kedua tim hanya bermain imbang 1-1. Bermain sebagai tim tamu, klub asal Turki itu justru mampu membuka keunggulan lebih dulu.
Gol pertama Fenerbahce tercipta pada menit ke-24. Vedat Muriqi memanfaatkan peluang dari jarak sangat dekat untuk melepaskan tembakan yang mengarah ke sudut kanan bawah gawang Lyon.
Memasuki babak berikutnya, Fenerbahce kembali memperlebar keunggulan. Archie Brown mencatatkan namanya di papan skor melalui sundulan dari jarak dekat yang mengarah ke sudut kiri atas.
Gol tersebut berawal dari situasi sepak pojok. Mason Greenwood mengirimkan umpan silang yang kemudian disambut Brown dengan sundulan akurat.
Lyon tak tinggal diam. Malick Fofana berhasil memperkecil ketertinggalan pada babak kedua. Mendapat umpan dari Ainsley Maitland-Niles, Fofana mengarahkan bola ke sudut kanan bawah dan mengubah skor menjadi 1-2.
Namun, Lyon gagal menyamakan kedudukan hingga pertandingan berakhir.
Alih-alih ditutup dengan selebrasi kemenangan, melansir BBC, laga justru berubah kacau setelah wasit meniup peluit panjang. Bentrokan terjadi di lapangan hingga berlanjut ke area terowongan stadion.
Pemain dan staf dari kedua tim terlihat terlibat dalam keributan. Situasi semakin panas setelah gelandang Lyon, Guendouzi, menjadi pusat kontroversi.
Guendouzi, yang pernah memperkuat rival berat Lyon, Marseille, disebut-sebut mengejek sebagian pendukung tuan rumah setelah kemenangan Fenerbahce.
Sepanjang pertandingan, Guendouzi memang beberapa kali mendapat cemoohan dari suporter Lyon. Ketika tensi memuncak setelah laga, rekan-rekan setimnya terlihat berusaha membawa pemain tersebut menjauh dari situasi yang semakin panas.
Kemenangan 2-1 itu pun menjadi penutup manis bagi Fenerbahce di atas lapangan, tetapi meninggalkan cerita kurang menyenangkan akibat kericuhan yang terjadi setelah pertandingan.(maq)










