Bola  

Rodri Rebut Bola Emas, Cubarsí Jadi Pemain Muda Terbaik, Messi Gagal Cetak Rekor

Cubarsí menjadi pemain terbaik muda. Foto: via MD

edisiana.com – Dominasi Spanyol di Piala Dunia 2026 tidak hanya berakhir dengan trofi juara. La Roja juga memborong penghargaan individu paling bergengsi setelah Rodrigo Hernández atau Rodri dinobatkan sebagai pemain terbaik turnamen, sementara Pau Cubarsí terpilih sebagai Pemain Muda Terbaik.

Rodri menerima Bola Emas setelah menjadi motor permainan Spanyol sepanjang turnamen. Gelandang Manchester City itu tampil konsisten, memimpin lini tengah La Roja hingga mengantarkan timnya meraih gelar Piala Dunia kedua dalam sejarah.

Penghargaan tersebut sekaligus menggagalkan ambisi Lionel Messi mencatatkan sejarah baru. Kapten Argentina itu berharap menjadi pemain pertama yang meraih tiga Bola Emas Piala Dunia setelah sebelumnya memenangkan penghargaan tersebut pada edisi terdahulu.

BACA JUGA:  Tabir Messi, Tidak Diakui sebagai Juara Piala Dunia

Namun, meski sukses membawa Argentina melaju hingga final di usia 39 tahun, Messi harus puas menerima Bola Perak.

Sementara itu, Bola Perunggu menjadi milik penyerang Prancis, Kylian Mbappé, yang kembali tampil impresif sepanjang turnamen meski gagal mengantarkan Les Bleus menjadi juara.

Di kategori penjaga gawang, Unai Simón dinobatkan sebagai peraih Sarung Tangan Emas. Kiper Athletic Club itu menjadi tembok kokoh di bawah mistar gawang Spanyol dan berperan besar dalam keberhasilan La Roja hanya kebobolan sedikit gol sepanjang turnamen.

BACA JUGA:  James Selamatkan Chelsea yang Nyaris Kalah dari Bournemouth

Spanyol juga memiliki alasan lain untuk berbangga. Bek muda Pau Cubarsí terpilih sebagai Pemain Muda Terbaik Piala Dunia setelah tampil matang di usia yang masih sangat belia.

Pemain Barcelona tersebut mengungguli rekan setimnya di timnas, Lamine Yamal, yang juga masuk dalam persaingan penghargaan tersebut.

Rodri mengaku bangga bisa menjadi bagian dari sejarah baru sepak bola Spanyol. Menurutnya, keberhasilan mengalahkan Argentina di partai final membuat gelar kali ini terasa semakin istimewa.

“Kami adalah juara dunia dua kali. Ini adalah pencapaian yang sangat sulit, mungkin yang paling sulit diraih dalam sepak bola. Dan kami memenangkannya melawan tim seperti Argentina,” ujar Rodri dinukil dari ESPN pada hari ini.(maq)