edisiana.com – Luis de la Fuente masih mengingat dengan jelas kenangan pada 15 Mei 2004, ketika ia menangani tim muda Sevilla.
Pelatih asal Haro itu memimpin Sevilla Juvenil dalam lawatan ke Miniestadi untuk menjalani leg kedua babak 16 besar Copa del Rey Juvenil menghadapi Barcelona.
Di laga tersebut, mereka berhadapan dengan seorang remaja berusia 16 tahun bernama Leo Messi, yang saat itu mulai menjadi buah bibir di lingkungan La Masia.
Meski belum menjalani debut bersama tim utama Barcelona, bakat Messi sudah terlihat mencolok.
Kecepatan, kemampuan menggiring bola, dan kematangannya dalam mengambil keputusan membuat banyak pelatih lawan menyadari bahwa mereka sedang menyaksikan lahirnya sosok istimewa.
Menukil MD, De la Fuente mengakui bahwa sejak pertandingan itu ia sudah melihat sesuatu yang berbeda pada diri Messi. Kala itu Messi mencetak empat gol.
Sang penyerang Argentina mampu menjadi pembeda di lapangan dan meninggalkan kesan mendalam bagi siapa pun yang menghadapinya.
Lebih dari dua dekade kemudian, kenangan tersebut tetap membekas bagi pelatih tim nasional Spanyol itu.
Pertemuan singkat di level junior tersebut menjadi salah satu momen awal ketika dunia sepak bola mulai menyadari bahwa Lionel Messi ditakdirkan untuk menjadi salah satu pemain terbaik sepanjang sejarah.(maq)










