Bola  

Mimpi Enam Bintang Spanyol: Hadapi Sang Idola Lionel Messi di Final Piala Dunia

Olmo membuka skor untuk Spanyol dalam menjamu Turki. Foto: via BBC

edisiana.com – Final Piala Dunia 2026 tidak hanya menghadirkan duel dua raksasa sepak bola, Spanyol dan Argentina. Bagi sejumlah pemain muda La Roja, laga yang digelar Senin dini hari (20/7/2026) itu juga menjadi kesempatan langka untuk berhadapan dengan sosok yang selama ini mereka idolakan, Lionel Messi.

Lamine Yamal, Pau Cubarsí, Álex Baena, Eric García, Gavi, dan Dani Olmo tumbuh dengan menyaksikan keajaiban Messi di televisi. Kini, mereka akan berdiri di lapangan yang sama, mengenakan seragam Spanyol dan berusaha menggagalkan mimpi sang legenda membawa Argentina meraih gelar dunia lagi.

Di ruang ganti Spanyol, ada satu harapan yang sama setelah peluit panjang berbunyi: bertukar jersey dengan pemilik nomor 10 Argentina tersebut.

Jika semua permintaan dikabulkan, Messi mungkin tak akan memiliki cukup seragam untuk memenuhi keinginan para penggemarnya yang kini telah menjadi rival di level tertinggi.

Messi memang telah menjadi inspirasi bagi sebagian besar generasi baru pemain Spanyol. Dalam berbagai wawancara sepanjang turnamen, tak satu pun dari mereka menyembunyikan kekaguman kepada peraih delapan Ballon d’Or tersebut.

Kisah itu dimulai dari Lamine Yamal, yang sejak kecil menjadikan Messi sebagai panutan. Begitu pula Pau Cubarsí. Bek muda Barcelona itu kini menghadapi tantangan terbesar dalam kariernya: berusaha menghentikan pemain yang selama bertahun-tahun menjadi idola masa kecilnya.

BACA JUGA:  Dibandrol £43 Juta, Tiga Klub Berebut Mesin Gol Lisbon

Melansir MD, Álex Baena, Eric García, Gavi, dan Dani Olmo juga memiliki cerita serupa. Mereka tumbuh dengan menyaksikan aksi-aksi Messi bersama Barcelona dan Argentina.

Kini, kekaguman itu harus disimpan selama 90 menit atau lebih. Di final Piala Dunia, tidak ada ruang untuk rasa kagum ketika satu-satunya target adalah membawa trofi pulang ke Madrid.

Bagi generasi baru La Roja, final ini bukan sekadar perebutan gelar juara dunia. Ini adalah pertemuan antara masa lalu dan masa depan: sang legenda yang telah menginspirasi mereka selama bertahun-tahun melawan para penerus yang kini siap menulis sejarah mereka sendiri.(maq)