Dendam Qatar Membara! Singa Atlas Siap Cabik-cabik Prancis di Boston

Azzedine Ounahi yang mencetak dua gol diangkat pemain Maroko yang lain. Foto: via Daily Mail

edisiana.com – Luka itu belum sembuh. Tiga tahun berlalu sejak mimpi Maroko menuju final Piala Dunia 2022 dihancurkan Prancis di Qatar. Kini, panggung baru tersaji di Boston. Singa Atlas datang bukan sekadar untuk menang, melainkan menuntaskan dendam yang tertunda.

Melansir Sport Mole menyebutkan kekalahan 0-2 di semifinal Qatar masih membekas. Saat itu, perjalanan sensasional Maroko—tim Afrika pertama yang mencapai empat besar Piala Dunia—berakhir di tangan Les Bleus.

Padahal, mereka datang ke laga tersebut dengan catatan lima pertandingan tanpa kekalahan dan berhasil mengubah sejarah sepak bola Afrika.

Kini, cerita lama itu berpotensi mendapat babak baru. Tim asuhan Mohamed Ouahbi kembali menunjukkan taringnya. Berstatus peringkat ketujuh dunia, Maroko finis sebagai runner-up Grup C sebelum menyingkirkan Belanda lewat drama adu penalti.

BACA JUGA:  RB Leipzig Menang 4-1 di Markas Energie Cottbus Dalam Laga Piala Jerman

Mereka kemudian melangkah lebih jauh dengan mengeliminasi tuan rumah bersama, Kanada.

Kepercayaan diri Atlas Lions kembali berada di puncaknya. Target mereka jelas: membalas kekalahan dari Prancis sekaligus mencetak sejarah dengan lolos ke semifinal untuk dua edisi Piala Dunia secara beruntun.

Namun, misi tersebut tidak akan mudah. Di seberang lapangan berdiri Prancis, salah satu favorit kuat juara. Didier Deschamps membawa skuad yang semakin komplet. Kylian Mbappe tetap menjadi ancaman utama, sementara Ousmane Dembele dan Michael Olise tampil semakin padu di lini depan.

Belum lagi kemunculan Désiré Doué yang tampil impresif. Gelandang muda itu menunjukkan ketenangannya saat mengeksekusi penalti penting melawan Paraguay. Bradley Barcola pun terus memberi dimensi baru dalam serangan Les Bleus.

BACA JUGA:  Sakit Maagnya Suka Kambuh, Pertarungan Tyson Dibatalkan

Prancis juga datang dengan modal yang mengesankan. Tim besutan Deschamps memenangi 11 dari 12 laga kompetitif terakhir mereka, termasuk menyapu bersih tujuh pertandingan terakhir. Konsistensi itu semakin mempertegas status mereka sebagai kandidat utama pengangkat trofi.

Bagi Deschamps, turnamen ini juga memiliki makna emosional. Sang pelatih dipastikan akan mengakhiri masa baktinya bersama Prancis setelah Piala Dunia usai. Ia tentu ingin menutup era kepemimpinannya dengan satu gelar lagi.

Namun, sejarah kerap memberi ruang bagi kisah balas dendam.Maroko sudah pernah mengejutkan dunia. Kini mereka datang dengan pengalaman lebih matang, kepercayaan diri yang tinggi, dan satu motivasi besar: membalas luka di Qatar.

BACA JUGA:  MU Akhirnya Menang 3-2 di Old Trafford

Apakah Singa Atlas akhirnya mampu mencabik Les Bleus dan mengakhiri dominasi Prancis? Atau justru Mbappe dan kawan-kawan kembali memupus mimpi Maroko? Boston akan menjadi saksi jawabannya.(maq)