edisiana.com – Pelatih Mesir Hossam Hassan melontarkan kritik keras usai timnya kalah dramatis 2-3 dari Argentina. Hassan menilai anak asuhnya tidak mendapatkan perlakuan yang adil dan bahkan menyebut Lionel Messi mendapat perlakuan istimewa sepanjang pertandingan.
Hassan mempertanyakan sejumlah keputusan wasit, termasuk insiden yang menurutnya terjadi sebelum gol ketiga Argentina. Ia menilai Mohamed Salah lebih dahulu dilanggar di kotak penalti Argentina, namun pelanggaran tersebut tidak menghasilkan hadiah penalti untuk timnya.
“Ada banyak hal yang perlu dipertanyakan di dalam dan di luar lapangan. Ada aspek negatif di mana-mana. Ini semua tentang kredibilitas, kurangnya kredibilitas dalam bagaimana segala sesuatunya terjadi,” ujar Hassan dikutip dari BBC pada hari ini.
Pelatih berusia 58 tahun itu bahkan menduga ada kepentingan tertentu agar Argentina tetap bertahan di turnamen.
“Mungkin mereka ingin mempertahankan juara dunia dalam kompetisi. Mungkin mereka ingin Messi tetap berada dalam persaingan,” lanjutnya.
Laga Mesir kontra Argentina memang berlangsung dramatis. Pertandingan diwarnai berbagai momen penting, mulai dari penyelamatan penalti, gol yang dianulir, kartu merah, hingga kebangkitan Argentina yang akhirnya memastikan kemenangan 3-2.
Hassan menegaskan dirinya merasa ada dukungan yang menguntungkan kubu Argentina selama pertandingan berlangsung.
“Sang juara dunia menerima dukungan di setiap tingkatan. Tampaknya ada tekanan dari pihak Argentina terkait hasil ini,” tutupnya.(maq)











