edisiana.com – Argentina menunjukkan mental juara saat menyingkirkan Mesir dengan skor dramatis 3-2 pada babak 16 besar. Sempat tertinggal dua gol hingga memasuki 11 menit terakhir, Albiceleste melakukan kembangkitan luar biasa yang dipimpin Lionel Messi sebelum Enzo Fernandez memastikan kemenangan di masa injury time.
Mesir lebih dulu membuat kejutan lewat sundulan Ibrahim pada babak pertama. Argentina sebenarnya memiliki kesempatan menyamakan kedudukan, tetapi penalti Lionel Messi berhasil ditepis kiper Shobeir yang tampil gemilang.
Penjaga gawang Mesir itu juga menggagalkan peluang Alexis Mac Allister dan Julian Alvarez sehingga timnya menutup babak pertama dengan keunggulan.
Memasuki babak kedua, Mesir sempat mengira telah menggandakan keunggulan melalui Zico dalam sebuah serangan balik. Namun, VAR menganulir gol tersebut setelah ditemukan pelanggaran terhadap Lisandro Martinez pada awal proses serangan.
Gol kedua akhirnya benar-benar datang pada menit ke-67. Zico sukses menuntaskan kerja sama apik yang dibangun Hassan dari sisi kanan dan membawa Mesir unggul 2-0. Saat itu, kejutan besar seolah sudah berada di depan mata.
Namun, Argentina menolak menyerah. Kebangkitan dimulai pada menit ke-79 ketika Cristian Romero menyundul umpan silang akurat dari Messi untuk memperkecil ketertinggalan. Empat menit berselang, sang kapten mengambil alih panggung. Messi mencetak gol penyama kedudukan melalui penyelesaian klinis yang menghidupkan kembali asa Argentina.
Puncak drama terjadi pada menit ke-92. Enzo Fernandez muncul tanpa kawalan dan menyambut bola dengan sundulan tajam ke sudut jauh gawang Mesir. Gol tersebut memastikan kemenangan 3-2 sekaligus mengantarkan Argentina melangkah ke perempat final.
Di balik skor tipis, Argentina sebenarnya tampil dominan sepanjang pertandingan. Tim asuhan Lionel Scaloni, menukil MD, melepaskan 19 tembakan, hampir empat kali lipat dibanding lima milik Mesir.
Meski demikian, wakil Afrika itu nyaris menciptakan salah satu kejutan terbesar di turnamen sebelum akhirnya dipatahkan oleh kebangkitan luar biasa sang juara dunia.
Argentina kini menunggu pemenang duel Swiss kontra Kolombia yang dijadwalkan berlangsung pada Rabu pagi untuk menentukan lawan mereka di babak perempat final.(maq)











