edisiana.com – Euforia kemenangan Paris Saint-Germain usai menjuarai UEFA Champions League Final berubah menjadi kerusuhan di berbagai wilayah Prancis.
Bentrokan antara suporter dan aparat kepolisian terjadi sepanjang malam, mengakibatkan sedikitnya 219 orang mengalami luka-luka.
Menteri Dalam Negeri Prancis, Laurent Nuñez, mengatakan pemerintah mengerahkan ribuan personel keamanan untuk mengendalikan situasi yang sempat mengganggu layanan transportasi publik, termasuk bus dan kereta api di ibu kota, Paris.
Dari jumlah korban luka, 57 orang di antaranya merupakan anggota kepolisian.
Selain itu, aparat juga melakukan tindakan tegas terhadap para pelaku kerusuhan.
Sebanyak 780 orang ditangkap terkait aksi kekerasan tersebut, dengan lebih dari 450 orang langsung ditahan untuk proses hukum lebih lanjut.
Kerusuhan juga memakan korban jiwa. Satu orang dilaporkan meninggal dunia setelah mengalami kecelakaan di jalan lingkar Paris yang sempat berusaha diblokade oleh massa perusuh pada malam perayaan kemenangan PSG.
Untuk mengantisipasi gangguan keamanan lanjutan, pemerintah Prancis menyiagakan sekitar 6.000 personel polisi menjelang parade kemenangan yang dijadwalkan berlangsung pada Minggu (1/6) di kawasan Eiffel Tower.
“Kita adalah negara yang hebat dalam menjaga ketertiban umum. Kita mengizinkan kebebasan berkumpul, tetapi bukan tindakan yang berlebihan,” tegas Nuñez dinukil dari BBC pada hari ini.
Insiden ini menambah daftar panjang perayaan gelar PSG yang berujung ricuh. Saat klub asal Paris itu meraih trofi yang sama pada tahun sebelumnya, perayaan suporter juga berubah menjadi aksi kekerasan yang menimbulkan kerusakan dan korban.(maq)











