Wolves Resmi Terdegradasi, Delapan Musim di Premier League Berakhir Pahit

Pemain Wolves merayakan kemenangan perdananya. Foto: via Daily Mail

edisiana.com – Nasib Wolverhampton Wanderers akhirnya benar-benar tak terselamatkan. Hasil imbang tanpa gol antara West Ham melawan Crystal Palace memastikan Wolves resmi terdegradasi dari Premier League musim ini.

Hasil tersebut menjadi penutup dari perjalanan kelam Wolves sepanjang musim 2025/2026.

Klub asal West Midlands itu tak mampu keluar dari keterpurukan, meski sempat melakukan pergantian pelatih di tengah jalan.

Musim dimulai dengan Vítor Pereira sebagai nahkoda. Namun, hasil buruk memaksa manajemen memecatnya pada November tahun lalu.

BACA JUGA:  Gakpo Naik Ke Puncak Daftar Topskor

Kursi kepelatihan kemudian diberikan kepada Rob Edwards, yang sebelumnya dikenal menangani Luton Town dan Middlesbrough.

Sayangnya, perubahan di kursi pelatih tak membawa dampak signifikan. Di bawah Edwards, performa Wolves tetap inkonsisten.

Hingga pekan ke-33, melansir ESPN , mereka hanya mampu mengoleksi 17 poin—catatan yang jauh dari cukup untuk bertahan di kasta tertinggi.

Ironisnya, Pereira yang kini menangani Nottingham Forest justru mulai menunjukkan tren positif. Forest perlahan menjauh dari zona degradasi setelah meraih sejumlah hasil penting dalam beberapa laga terakhir.

BACA JUGA:  FA Selidiki Kasus Tuchel Larang Taylor Jadi Wasit

Bagi Wolves, musim ini benar-benar menjadi mimpi buruk. Kemenangan pertama mereka bahkan baru diraih pada Januari.

Setelah itu, hanya dua kemenangan tambahan yang bisa dikumpulkan—angka yang menggambarkan betapa rapuhnya performa mereka sepanjang musim.

Degradasi ini sekaligus mengakhiri delapan musim beruntun Wolves di Premier League. Klub tersebut kini harus kembali ke EFL Championship untuk pertama kalinya sejak musim 2017/2018.

Pekerjaan rumah besar menanti Wolves. Selain membangun ulang skuad, mereka juga harus memulihkan mental tim jika ingin segera kembali ke level tertinggi sepak bola Inggris.(maq)