edisiana.com – Fiorentina harus menelan pil pahit meski meraih kemenangan 2-1 atas Crystal Palace pada leg perempat final Liga Conference, Kamis malam.
Hasil tersebut tak cukup untuk membawa wakil Italia itu lolos, justru Palace yang melangkah ke semifinal dan menjaga harapan meraih trofi Eropa pertama mereka.
Bermain di Stadion Artemio Franchi, Fiorentina langsung tampil agresif sejak menit awal. Tekanan mereka berbuah penalti setelah Jaydee Canvot melanggar Rolando Mandragora di dalam kotak terlarang.
Albert Gudmundsson yang maju sebagai eksekutor menjalankan tugasnya dengan baik. Sepakannya sukses mengecoh kiper Palace, Dean Henderson, dan membawa Fiorentina unggul lebih dulu.
Namun, keunggulan itu tak bertahan lama. Baru 17 menit laga berjalan, Ismaila Sarr menyamakan kedudukan lewat sundulan, membuat situasi kembali sulit bagi tuan rumah.
Fiorentina terus menekan demi menjaga asa. Harapan sempat muncul ketika pemain pengganti Cher Ndour mencetak gol dari luar kotak penalti pada awal babak kedua.
Meski unggul, Fiorentina gagal menambah gol yang dibutuhkan. Henderson tampil sigap di bawah mistar dengan melakukan penyelamatan penting, termasuk menggagalkan peluang emas Gudmundsson.
Di sisi lain, Crystal Palace menunjukkan pertahanan solid hingga akhir pertandingan. Ketangguhan lini belakang mereka memastikan agregat tetap berpihak pada wakil Inggris tersebut.
Dengan hasil ini, menurut BBC, Palace melangkah ke semifinal dan akan menghadapi Shakhtar Donetsk. Klub Ukraina itu lolos usai menyingkirkan AZ Alkmaar dengan agregat 5-2, setelah bermain imbang 2-2 di Belanda.
Petualangan Palace di Eropa pun terus berlanjut—dan kini, mimpi mengangkat trofi mulai terasa semakin nyata.(maq)









