edisiana.com – Paris Saint-Germain tampil tanpa ampun saat membungkam Chelsea 3-0 di Stamford Bridge. Hasil tersebut memastikan langkah The Blues terhenti di babak 16 besar Liga Champions dengan agregat telak 2-8.
Tim asuhan Liam Rosenior sejatinya mencoba memberi perlawanan. Namun, kombinasi kesalahan sendiri dan kualitas individu pemain Paris Saint-Germain menjadi pembeda mencolok.
Petaka datang cepat. Baru enam menit laga berjalan, debutan Mamadou Sarr melakukan blunder fatal.
Gagal mengontrol bola panjang, ia justru memberi peluang emas kepada Khvicha Kvaratskhelia yang dengan mudah mencetak gol pembuka.
PSG tak mengendurkan tekanan. Pada menit ke-14, Bradley Barcola dibiarkan bebas di tepi kotak penalti.
Ia memanfaatkan ruang dengan sempurna, melambungkan bola sebelum melepaskan tembakan indah yang menggandakan keunggulan.
Penderitaan tuan rumah belum berakhir. Pemain muda Senny Mayulu yang masuk dari bangku cadangan menutup kemenangan PSG. Gelandang 19 tahun itu mencetak gol ketiga lewat sepakan akurat yang tak mampu dibendung.
Menukil ESPN, kemenangan ini menegaskan status PSG sebagai juara bertahan dengan performa klinis dan efisien. Sebaliknya, bagi Chelsea, hasil ini menjadi salah satu kekalahan agregat terburuk mereka di kompetisi Eropa.(maq)











