Badai Friuli Hantam La Viola yang Kehabisan Tenaga

Gol tunggal Gabriel Sigua menaklukkan Fiorentina. Foto: via MD

Udinese Versus Fiorentina 3-0

edisiana.com – Malam penuh tekanan di Dacia Arena berubah menjadi panggung dominasi mutlak tuan rumah. Udinese menaklukkan Fiorentina dengan skor telak 3-0, kemenangan yang mengirim La Viola terjerembab ke posisi ke-16 klasemen Serie A.

Tim tamu datang dengan luka dan kelelahan setelah drama 120 menit kontra Jagiellonia Białystok di Eropa. Meski kalah 2-3 di extra time dan tetap melaju ke babak 16 besar, energi mereka terkuras habis.

Dan Udinese—tanpa ampun—mencium aroma darah sejak peluit pertama.
Gol Cepat yang Mengubah Segalanya
Tekanan tinggi langsung membuahkan hasil pada menit ke-10.

BACA JUGA:  Ronaldo Cetak Gol ke-850, Sementara Messi Koleksi 818

Dari situasi sepak pojok yang dieksekusi Nicolò Zaniolo, bola melayang ke jantung pertahanan dan disambut sundulan keras Christian Kabasele. Bola menghujam sudut kiri atas gawang tanpa mampu dijangkau David de Gea.

Gol itu menjadi deklarasi: Udinese tak ingin memberi napas bagi tim tamu.
Fiorentina mencoba merespons, tetapi ritme mereka berat, langkah terasa lambat.

Udinese terus menggempur. Keinan Davis sempat mengancam dari tengah kotak penalti, namun kali ini De Gea menunjukkan refleksnya untuk menepis peluang tersebut.

Davis Menebus, Buksa Mengunci
Memasuki babak kedua, dominasi tetap milik tuan rumah. Tekanan yang konstan akhirnya membuahkan penalti.

BACA JUGA:  Messi Mulai Dicadangkan, Tapi Miami Tetap Menang

Keinan Davis maju sebagai algojo dan dengan dingin menempatkan bola ke sudut kanan bawah. De Gea bergerak ke arah yang salah—2-0 dan Friuli bergemuruh.

Fiorentina kian kehilangan arah. Intensitas, yang biasanya menjadi identitas mereka, menguap. Menjelang akhir laga, pukulan terakhir datang.

Sundulan Lennon Miller menciptakan kemelut, dan Adam Buksa menyelesaikannya dengan sentuhan klinis untuk memastikan kemenangan 3-0.

Klasemen yang Mengkhawatirkan
Kekalahan ini menjadi alarm keras bagi Fiorentina. Dengan 24 poin, mereka kini terdampar di posisi ke-16, sejajar dengan Lecce dan hanya terpaut tipis dari zona degradasi.

Sebaliknya, Udinese melesat ke posisi ke-10, menegaskan diri sebagai tim yang mampu menghukum siapa pun yang lengah—terutama mereka yang datang dengan kaki lelah dan kepala penuh beban Eropa.

BACA JUGA:  Duel Para Raksasa, Aroma Balas Dendam di Parc des Princes

Di Friuli, malam itu sederhana: tenaga, intensitas, dan determinasi mengalahkan reputasi.(maq)