Juventus Terluka, Como Datang Menguji Mental Si Nyonya Tua di Turin

Para pemain merayakan pesta gol. Foto: via MD

edisiana.com – Sabtu sore waktu setempat akan menjadi momen pelampiasan bagi Juventus saat menjamu Como 1907 dalam lanjutan Serie A.

Si Nyonya Tua datang ke laga ini dengan luka yang masih terasa setelah kekalahan menyakitkan di pentas Eropa.

Pekan ini menjadi periode yang membuat frustrasi. Juventus harus mengakui keunggulan Galatasaray dalam laga yang membuat posisi mereka di kompetisi antarklub Eropa berada di ujung tanduk.

Perjalanan buruk ke Turki tak hanya menggerus peluang lolos, tetapi juga memukul mental tim yang tengah berusaha bangkit.

BACA JUGA:  Real Madrid dan Lyon Bahas Peminjaman Endrick

Kini fokus sepenuhnya kembali ke kompetisi domestik. Menariknya, Juventus dan Como hanya terpaut satu peringkat di klasemen dan sama-sama disebut sebagai kandidat empat besar musim ini.

Juventus memang unggul empat poin atas tim tamu, namun jarak tersebut belum cukup aman untuk bersantai.

Di atas kertas, Juventus adalah raksasa yang sedang berusaha menemukan kembali jati dirinya. Bermain di kandang sendiri, mereka masih belum terkalahkan dan sempat tampil solid di awal era kepelatihan Luciano Spalletti.

Namun belakangan, pertahanan yang rapuh menjadi sorotan: 13 gol bersarang hanya dalam empat pertandingan terakhir—sebuah catatan yang jauh dari kata ideal bagi tim sekelas Juve.

BACA JUGA:  Son Nangis di Lapangan Wembley

Sementara itu, Como datang dengan ambisi besar meski performa mereka mulai sedikit goyah dan kehilangan poin dalam beberapa laga terakhir.

Meski begitu, semangat dan organisasi permainan mereka tetap berpotensi merepotkan tuan rumah—terutama, menukil Sport Mole saat Juventus kehilangan beberapa pemain kunci akibat cedera dan rotasi.

Laga ini diprediksi berjalan keras dan penuh tensi. Juventus tentu ingin “mengamuk” dan melampiaskan kekecewaan mereka di Turin.

Namun dengan kondisi skuad yang belum sepenuhnya ideal serta performa pertahanan yang belum stabil, hasil imbang tampaknya menjadi skenario yang cukup realistis dalam situasi saat ini.(maq)