edisiana.com – Serie A kembali menyuguhkan laga penuh ketegangan. Lazio harus bekerja ekstra keras sebelum akhirnya menundukkan Genoa dengan skor tipis 3-2 dalam duel sarat drama di Stadio Olimpico.
Genoa sejatinya membuka pertandingan dengan penuh keberanian. Baru menit keenam, Morten Frendrup hampir mengejutkan publik tuan rumah lewat sepakan terarah ke sudut kanan bawah gawang. Namun, refleks gemilang Ivan Provedel masih menjadi tembok kokoh bagi Lazio.
Tim tamu tampil agresif sepanjang babak pertama. Lima peluang berhasil diciptakan, tetapi disiplin lini belakang Lazio membuat semua usaha Genoa berakhir sia-sia. Meski tempo tinggi, skor kacamata bertahan hingga turun minum.
Memasuki babak kedua, Lazio mengubah pendekatan. Tuan rumah tampil lebih ofensif. Gustav Isaksen mengawali ancaman lewat tembakan jarak jauh, meski masih bisa diamankan kiper Genoa, Justin Bijlow.
Kebuntuan akhirnya pecah pada menit ke-56. Lazio mendapat hadiah penalti setelah pelanggaran terjadi di kotak terlarang.
Pedro maju sebagai eksekutor dan dengan tenang mengirim bola ke sudut kiri bawah gawang. Olimpico pun bergemuruh.
Momentum berpihak pada Lazio. Tak lama berselang, Kenneth Taylor menggandakan keunggulan usai memanfaatkan assist Isaksen, membuat Lazio tampak berada di atas angin.
Namun Genoa menolak menyerah. Ruslan Malinovskyi memperkecil ketertinggalan lewat penalti, menaklukkan Provedel dengan sepakan kaki kiri ke sudut kiri bawah.
Drama belum usai. Vítinha menyamakan kedudukan lewat situasi bola mati. Berawal dari tendangan sudut, ia melepaskan tembakan dari jarak enam yard yang menghujam sudut kiri atas gawang Lazio.
Saat laga seolah menuju hasil imbang, Lazio kembali mendapat penalti krusial. Danilo Cataldi tampil sebagai penentu, mengeksekusi dengan dingin dan memastikan kemenangan dramatis 3-2 bagi Biancocelesti.
Sebuah malam penuh emosi di Roma, di mana Lazio keluar sebagai pemenang dalam duel yang akan lama dikenang.(maq)










