PSG Taklukkan Auxerre dan Kuasai Ligue 1

Gol tunggal Barcola membawa PSG ke puncak klasemen. Foto: via ESPN

edisiana.com – Paris Saint-Germain harus berkeringat lebih dari yang mereka perkirakan. Sang juara bertahan akhirnya merebut puncak klasemen Ligue 1, tetapi hanya lewat kemenangan tipis 1-0 atas Auxerre di Stadion de l’Abbé-Deschamps.

Sebuah laga pada Jumat malam menjadi keras, rumit, dan hampir berujung frustrasi… sampai Bradley Barcola muncul sebagai pahlawan di menit-menit akhir.

Auxerre, tim papan bawah yang hanya mencatat tiga kemenangan sepanjang musim, bermain tanpa rasa takut.

Mereka bertahan dengan disiplin, menutup ruang, dan membuat PSG terlihat kehabisan ide. Untuk waktu yang lama, mimpi PSG membawa pulang tiga poin terasa seperti ilusi.

Luis Enrique melakukan rotasi besar usai kekalahan dari Sporting Lisbon. Nama-nama besar seperti Marquinhos, Nuno Mendes, Fabián Ruiz, hingga Ousmane Dembélé memulai laga dari bangku cadangan. Namun PSG tetap memulai pertandingan dengan intensitas tinggi.

BACA JUGA:  Luka Shaw Malu Kalah 7-0

Barcola langsung mengancam di dua menit pertama, memaksa Donovan Léon melakukan penyelamatan ganda.

Kvaratskhelia ikut menebar bahaya, meski tembakannya di menit ke-8 masih bisa diblok. PSG menguasai bola, tapi Auxerre bertahan dengan nyali.

Tuan rumah sempat membalas lewat tembakan Kévin Danois, sebelum Léon kembali jadi tembok kokoh dengan menepis sundulan Gonçalo Ramos di menit ke-30.

Menjelang turun minum, kiper Auxerre terus diuji—oleh Kvaratskhelia dan Ibrahim Mbaye—namun papan skor tetap beku.

Babak kedua berjalan dengan pola serupa. PSG menyerang, Auxerre bertahan mati-matian. Tembakan Kvaratskhelia dan Warren Zaïre-Emery kembali menemui blok. Danny Namaso sempat membuat jantung PSG berdegup lewat percobaan jarak jauh yang hanya melenceng tipis.

BACA JUGA:  Prediksi Aguero: Chelsea Akan Sukses Bersama Potter

Luis Enrique akhirnya berjudi. Menit ke-61, Doue dan Dembélé dimasukkan. Tempo meningkat. Tekanan makin brutal. Dembélé memaksa Léon melakukan penyelamatan sulit di menit ke-73, disusul tendangan jarak jauh Senny Mayulu yang kembali digagalkan.

Namun pertahanan sekuat apa pun punya batas. Serangan balik cepat PSG menjadi momen penentuan. Dembélé berlari, mengangkat kepala, dan mengirim umpan matang.

Barcola menyambutnya—tanpa ampun. Gol. Kelegaan. Ledakan emosi. PSG akhirnya menang. Bukan dengan kemewahan, tapi dengan karakter.

BACA JUGA:  Georgia Vs Ceko Jual Beli Serangan

Melansir ESPN, tiga poin ini mengantarkan pasukan Luis Enrique ke puncak klasemen, melewati Lens, yang kini berada di bawah tekanan jelang duel panas melawan Marseille.

PSG sudah mengirim pesan: bahkan di malam paling sulit sekalipun, mereka tahu cara menang.(maq)