edisiana.com – Vincent Kompany menulis sejarah di Bayern Munich. Sang pelatih muda memecahkan rekor yang sebelumnya terasa sakral: rekor Pep Guardiola. Dengan kemenangan 3-1 atas Cologne, Bayern menutup 17 pekan pertama Bundesliga dengan 47 poin—angka yang dulu hanya bisa disentuh oleh tim Pep pada musim 2013/14.
Rabu malam yang dingin berubah panas. Pertandingan berlangsung ketat, penuh tensi, dan gol baru pecah di menit-menit akhir babak pertama.
Cologne mengejutkan raksasa Bavaria lebih dulu. Linton Maina mencuri bola dari Serge Gnabry di wilayahnya sendiri pada menit ke-41. Ia berlari tanpa ragu, pertahanan Bayern terlambat bereaksi, dan sebuah gol solo spektakuler pun tercipta.
Namun Bayern adalah Bayern. Respons datang cepat. Serge Gnabry, sang “tersangka”, menebus kesalahan dengan cara luar biasa. Dari sudut sempit, ia melepaskan tendangan trik yang memantul dari tanah dan mengecoh kiper. Seni, presisi, dan mental juara—1-1.
Babak kedua berubah menjadi pengepungan. Cologne bertahan mati-matian, Bayern frustrasi. Hingga akhirnya sebuah skema sepak pojok pendek yang cerdas membuka kunci. Kim Min-Jae melompat paling tinggi dan menanduk bola ke gawang pada menit ke-71.
Gol itu istimewa. Sang bek Korea Selatan akhirnya mencetak gol pertamanya untuk Bayern setelah 32 pertandingan—hampir setahun penantian yang lunas dalam satu sundulan.
Pukulan terakhir datang di menit ke-84. Karl hanya butuh satu sentuhan. Umpan matang dari Luis Díaz, penyelesaian klinis, skor berubah menjadi 3-1. Tamat.
Kemenangan ini membuat Bayern kokoh dengan jarak 11 poin di puncak klasemen.
Mengutip ESPN, dengan 17 dari 34 laga telah dimainkan, Bayern kini menyamai rekor 47 poin paruh musim—namun dengan perbedaan mencolok: selisih gol +53, jauh melampaui Bayern era Guardiola yang “hanya” +35.
Era baru telah dimulai. Rekor Pep tumbang. Bayern Kompany melaju tanpa rem.(maq)











