PSG tak Mati! Drama, Air Mata, dan Penalti di Kuwait

Kiper Lucas Chevalier sebagai penyelamat diangkat rekan setimnya PSG. Foto: via ESPN

edisiana.com – Paris Saint-Germain kembali menunjukkan mental juara. Dalam malam yang penuh ketegangan di Kuwait, PSG menundukkan Marseille lewat adu penalti 4-1 dan mengangkat Trophée des Champions setelah duel yang tak masuk akal.

PSG sempat memimpin lebih dulu. Ousmane Dembélé meledak di menit ke-13, mengirim sinyal bahwa malam ini milik Paris.

Tapi Marseille menolak menyerah. Babak kedua menjadi milik mereka, dan Mason Greenwood dengan dingin menaklukkan titik putih untuk menyamakan skor.

BACA JUGA:  Benzema: Awas Mbappe, Anda Dalam Masalah!

Drama memuncak tiga menit sebelum laga berakhir. Umpan silang Hamed Traoré berubah jadi mimpi buruk PSG ketika bek mereka sendiri, Willian Pacho, salah mengantisipasi dan mencetak gol bunuh diri.

Marseille di ambang sejarah. Trofi pertama dalam 14 tahun sudah di depan mata.

Namun PSG adalah PSG. Di menit-menit terakhir perpanjangan waktu, Gonçalo Ramos muncul sebagai penyelamat. Gol 2-2 yang memaksa laga berlanjut ke adu penalti—dan di sanalah segalanya runtuh bagi Marseille.

Lucas Chevalier, tembok terakhir PSG, berubah menjadi mimpi buruk. Dua penalti pertama Marseille digagalkannya. Stadion terdiam. Tekanan membunuh.

BACA JUGA:  Porto Menang di Dragão, Samu Akhiri Kutukan Penalti

Dan akhirnya, Désiré Doué mengakhiri segalanya. Penalti penentu, satu sentuhan, satu gol, satu trofi. PSG menang 4-1.

Marseille hancur. Kesempatan emas lenyap. Beberapa pemain tak kuasa menahan air mata ketika bola terakhir bersarang di gawang.

Sementara itu, Paris berpesta lagi. Menukil ESPN, PSG kini memenangkan 12 dari 13 edisi terakhir Trophée des Champions. Dominasi mutlak. Drama abadi. Dan sekali lagi, PSG berdiri di puncak.(maq)