Rodri Kembali, Harapan City Menyala Lagi di Tengah Persaingan Gelar

Rodri telah bermain setelah mengalami cedera. Foto: via Daily Mail

edisiana.com – Manchester City memang harus menelan kekecewaan setelah kehilangan dua poin penting dalam perburuan gelar. Namun di balik hasil itu, ada kabar yang terasa seperti kemenangan tersendiri bagi Etihad: Rodri akhirnya kembali ke lapangan.

Peraih Ballon d’Or 2024 tersebut menjalani comeback yang telah lama dinantikan usai pulih dari cedera hamstring.

Gelandang berusia 29 tahun itu nyaris menghilang sepanjang musim lalu akibat cedera lutut serius, dan musim ini pun baru mencatatkan tujuh penampilan.

Bahkan, dalam tiga bulan terakhir, Rodri hanya bermain selama satu menit—hingga akhirnya kembali merumput di babak kedua.

BACA JUGA:  Prancis Taklukkan Juara Bertahan Inggris 2-1 di Laga Pembuka Euro Wanita 2025

Kehadirannya langsung terasa. Bagi Pep Guardiola dan para pendukung City, melihat Rodri mengenakan seragam biru langit lagi adalah kelegaan besar. Bukan sekadar simbol, tetapi solusi.

“Dia mengubah jalannya pertandingan. Dalam 45 menit, dia membuktikan bahwa dia adalah yang terbaik di posisinya,” ujar Guardiola, dikutip dari BBC.

“Sepak bola adalah tentang pemain. Kami kesulitan membangun serangan di babak pertama, dan dengan Rodri, semuanya menjadi jauh lebih mudah.”

BACA JUGA:  Mrabet Terkena Hook Kiri Dalam Laga Persahabatan Bola Kaki

Pertandingan melawan Sunderland itu juga menjadi awal dari periode krusial bagi City: 10 laga dalam empat kompetisi berbeda hingga 1 Februari. Jadwal padat yang menuntut rotasi cermat dan, yang terpenting, kebugaran skuad.

City paham betul risikonya. Musim 2024–25 menjadi pengingat pahit ketika badai cedera membuat mereka mengakhiri musim tanpa satu pun trofi—sebuah anomali di era Guardiola.

Satu musim tanpa gelar sudah terasa menyakitkan bagi Manchester City. Dua musim berturut-turut tanpa trofi? Itu nyaris tak terbayangkan.

BACA JUGA:  Amrabat Main sebagai Kiper Pun Oke

Dan di tengah kekhawatiran itu, kembalinya Rodri terasa seperti secercah cahaya—bahwa mimpi, sekali lagi, masih bisa diperjuangkan.(maq)