edisiana.com – Manchester City tidak memberi ampun. Di Etihad, mesin Pep Guardiola bekerja tanpa cela dan West Ham hanya bisa menjadi penonton. Skor 3-0 berbicara jelas: City kembali ke puncak klasemen, dipimpin oleh duet mematikan Erling Haaland dan Tijjani Reijnders.
West Ham asuhan Nuno Espírito Santo datang dengan harapan menemukan titik balik. Mereka membutuhkannya. Namun harapan itu lenyap dalam lima menit.
Haaland, seperti biasa, tak kenal belas kasihan.
Percobaan pertamanya memang digagalkan Alphonse Areola, tetapi pada kesempatan kedua sang predator Norwegia memastikan bola bersarang di gawang. Etihad pun bergemuruh.
City menyerang sesuka hati. Pertahanan West Ham terbuka lebar, nyaris tanpa perlawanan. Areola kembali dipaksa bekerja keras setelah Reijnders melepaskan tembakan rendah yang mengarah ke pojok gawang.
Dan akhirnya, momen magis itu datang. Tujuh menit sebelum jeda, gelandang berdarah Indonesia tersebut menorehkan namanya di papan skor.
Menerima umpan Haaland, Reijnders menggiring bola ke depan dan melepaskan tembakan keras ke sudut atas gawang. Indah. Tak terbendung. City unggul 2-0.
Babak kedua, West Ham mencoba bangkit. Jarrod Bowen sempat mengancam, namun hanya menghasilkan tembakan ke jala samping dan satu peluang lain yang melenceng. Terlalu sedikit, terlalu terlambat.
Haaland kemudian menutup malam dengan gol keduanya. Pukulan terakhir bagi West Ham yang kini terjerembap di zona degradasi, tanpa jawaban atas dominasi City.
Dengan kemenangan ini, melansir BBC, Manchester City unggul satu poin dari Arsenal. Namun cerita belum selesai.
Tim Mikel Arteta masih memiliki kesempatan merebut kembali puncak klasemen jika mampu menaklukkan Everton pada Minggu dini hari.
City sudah berbicara. Sekarang giliran Arsenal menjawab.(maq)











