Bola  

Kasus Perkelahian Dua Pemain Everton Bukan yang Pertama di Liga Inggris

Dua pemain Everton terlibat perkelahian dan kapten Pickford cepat melerai. Foto: via Express

edisiana.com – Insiden panas antara dua pemain Everton, Michael Keane dan Idrissa Gueye, bukanlah hal baru di panggung sepak bola Inggris. Namun, kejadian ini menjadi catatan kelam tersendiri.

Sudah ketiga kalinya dalam sejarah Premier League seorang pemain diusir karena bertengkar dengan rekan setimnya sendiri, dan yang pertama dalam 17 tahun terakhir.

Gueye kini masuk dalam daftar pendek yang tak diinginkan—bergabung dengan Ricardo Fuller (Stoke, 2008) serta duo Lee Bowyer–Kieron Dyer (Newcastle, 2005)—sebagai aktor dalam salah satu bab paling memalukan di buku sejarah liga.

BACA JUGA:  Sekjen FECAFOOT: Onana Indispliner

Yang lebih mengejutkan, Everton justru berhasil lolos dari kutukan yang menimpa Stoke dan Newcastle, karena dua klub tersebut sebelumnya selalu tumbang dalam laga yang diwarnai insiden serupa. The Toffees setidaknya menyelamatkan hasil, meski tetap harus membayar mahal.

Dan harga yang harus dibayar itu bernama: absennya Idrissa Gueye.

Gelandang veteran itu kini dijatuhi sanksi larangan bermain tiga pertandingan oleh Premier League akibat tindakan kekerasannya—membuatnya harus menepi saat Everton berjumpa Newcastle, Bournemouth, dan Nottingham Forest.

Masalah tak berhenti di situ. Gueye juga merupakan bagian dari skuad Senegal untuk Piala Afrika bulan depan. Artinya? Everton berpotensi kehilangan sang gelandang hingga 10 pertandingan. Senegal memulai laga pada 23 Desember dan turnamen berlangsung hingga 18 Januari.

BACA JUGA:  Bayern Siap Bayar Mahar untuk Rice £87 Juta, Arsenal £90 Juta

Melansir Express, aturan FIFA pun semakin memperumit situasi. Klub wajib melepas pemain dua pekan sebelum turnamen dimulai, yang membuat Gueye dipastikan absen pada laga Everton kontra Chelsea di Stamford Bridge pada 13 Desember. Padahal itulah pertandingan pertama setelah masa hukumannya berakhir.

Everton mungkin memenangkan satu pertarungan. Namun kini mereka harus bersiap menghadapi perang panjang tanpa salah satu pemain kunci mereka.(maq)