Amerika Ngamuk, Bantai Uruguay 5-1

Tanner Tessmann merayakan golnya saat menjamu Uruguay. Foto: via ESPN

edisiana.com – Amerika Serikat menyalakan alarm untuk dunia sepakbola. Di Raymond James Stadium, Tampa, tim asuhan Mauricio Pochettino menghancurkan Uruguay 5-1 dalam sebuah laga persahabatan yang jauh dari kata “persahabatan”.

Dari menit pertama, AS tampil seperti kesebelasan yang tak mau menunggu Piala Dunia tiba untuk menunjukkan taringnya. Dan ketika Uruguay masih sibuk mencari ritme, boom! Berhalter melepaskan roket dari situasi bola mati yang membuat kiper Cristopher Fiermarin hanya bisa menatap kosong. 1-0.

Dan ingat—pertandingan pada Rabu ini terjadi tanpa Pulisic, Robinson, McKennie, dan Adams. Tanpa bintang-bintang utamanya, AS malah terlihat lebih buas.

BACA JUGA:  MU Tolak Permintaan Argentina, Agar Garnacho Main di Olimpiade Paris

Hanya sepuluh menit berselang, panggung berubah milik Freeman. Sundulan tinggi dari sepak pojok, gol pertama. Kemudian ia berjalan santai seperti di taman, melewati pertahanan Uruguay yang membeku sebelum mengeksekusi tembakan jarak dekat. 3-0. Publik Tampa meledak!

Serangan demi serangan Amerika seperti badai yang tak kunjung reda. Kali ini giliran Diego Luna, yang menutup sebuah rangkaian permainan indah di sisi kiri dengan penyelesaian tajam. 4-0. Uruguay terdiam, tidak percaya apa yang terjadi.

BACA JUGA:  Chelsea Akan Jual Palmer £100 Juta ke Man. United?

Baru menjelang turun minum, Uruguay mendapat sedikit hiburan. Sebuah gol salto fantastis dari Giorgian de Arrascaeta mengubah skor menjadi 4-1 dan memberi sedikit napas bagi tim tamu yang babak-belur.

Dan selepas jeda, Tanner Tessmann memanfaatkan umpan silang dari Giovanni Reyna setelah tendangan sudut untuk mencatat namanya di papan skor.

Namun gol itu justru membuat Pochettino murka.“Itu tidak boleh terjadi. Kami harus mengendalikan emosi dan menguasai babak kedua. Itu bagian tersulit,” tegas Pochettino, jelas tidak puas meski memimpin besar.

Amerika Serikat telah mengirim pesan keras: ini adalah tim baru, berbahaya, dan—yang paling menakutkan—mereka belum tampil dengan kekuatan penuh.(maq)