Drama Mbappé–PSG Memanas: Dua Tuntutan Raksasa Bertabrakan di Pengadilan Paris

Mbappe duduk dibangku cadangan dan baru masuk di babak kedua saat melawan Belgia. Foto: via BBC

edisiana.com – Kylian Mbappé dan Paris Saint-Germain kembali berada di panggung utama—bukan di lapangan, melainkan di ruang sidang. Perseteruan panjang yang selama ini berdenyut di balik layar akhirnya meledak di pengadilan ketenagakerjaan Paris, Senin 17 November. Dengan dua tuntutan yang nilainya sama-sama mengguncang sepak bola Eropa.

Kapten timnas Prancis itu menuntut 263 juta euro dari mantan klubnya—angka yang mencakup 55 juta euro gaji yang menurutnya belum dibayarkan serta kompensasi tambahan atas perselisihan kontrak. Selian itu dugaan perlakuan buruk selama musim terakhirnya di Paris.

Dari pihak Mbappé, ini bukan sekadar soal uang, tetapi pertempuran martabat setelah hubungan mereka memburuk jelang kepindahannya.

PSG, tentu saja, tak tinggal diam. Raksasa Paris balik menuntut 240 juta euro kepada Mbappé. Klub menegaskan bahwa angka itu adalah kompensasi atas kegagalan transfer senilai 300 juta euro yang ditawarkan Al-Hilal pada 2023.

Dan kesepakatan superbesar yang batal terwujud karena sang bintang memilih bertahan, sebelum akhirnya pergi gratis ke Real Madrid pada musim panas 2024.

BACA JUGA:  Leeds Kalahkan Tim Asuhan Lampard 2-0

Kedua kubu datang dengan argumen masing-masing, membawa drama yang seolah tak pernah benar-benar berakhir sejak Mbappé menolak perpanjangan kontrak dan memilih jalan keluar menuju Bernabéu.

Laporan BBC, menyebutkan Pengadilan Paris diperkirakan membutuhkan beberapa minggu untuk mengambil keputusan.

Sampai saat itu, satu hal jelas: saga Mbappé–PSG masih jauh dari kata selesai, dan setiap babaknya terus layak menjadi headline utama—bahkan untuk standar dunia sepak bola Prancis yang penuh intrik.(maq)