edisiana.com – Amerika Serikat kembali menunjukkan taringnya. Bermain di Chester, Pennsylvania, Minggu pagi, USMNT menaklukkan Paraguay 2-1 dalam laga penuh ritme—dan lagi-lagi, sosok Giovanni Reyna menjadi pusat perhatian.
Masih dalam atmosfer ulang tahunnya yang ke-23, Reyna hanya butuh empat menit untuk membuka pesta. Ini adalah laga starter pertamanya untuk klub maupun negara sejak 14 September—dan baru yang kedua sejak awal Maret. Namun ia langsung mengirim pesan lantang: dirinya telah kembali.
Paraguay sempat membungkam publik tuan rumah. Pada menit ke-10, Alex Arce memanfaatkan kekacauan di lini belakang AS untuk menyamakan kedudukan dan mengembalikan tensi duel.
Namun babak kedua menjadi panggung Amerika. Diego Luna, yang baru empat menit masuk lapangan, memicu turnover krusial.
Juan Cáceres mencoba merebut kembali bola, namun justru memberikannya kepada Folarin Balogun. Striker AS itu mengembalikan bola kepada Reyna, yang melepaskan umpan ke tengah dan mengenai Damián Bobadilla.
Bola liar pun jadi santapan Balogun: sepakan dari jarak 7 yard, gol kedelapannya untuk AS, dan skor pun berubah 2-1.
Max Arfsten turut mencatatkan namanya dalam sejarah mini 2025: assist kelimanya tahun ini menjadi yang tertinggi kelima di skuad.
Dengan kemenangan ini, Amerika Serikat memperpanjang rekor tak terkalahkan mereka menjadi empat laga.
Dan untuk Reyna? Melansir ESPN menyebutkan catatan personalnya terus membaik—sembilan gol dalam 33 penampilan internasional.
Angka yang untuk pertama kalinya menempatkannya di atas sang ayah, Claudio Reyna, kapten legendaris AS di Piala Dunia 2002 dan 2006 yang menutup karier dengan delapan gol dalam 112 caps.
Sebuah simbol generasi baru yang mulai menulis ceritanya sendiri.(maq)











