edisiana.com – Manchester City tampil seperti mesin tanpa belas kasihan. Di Etihad yang berkilau, tim asuhan Pep Guardiola memperlihatkan kelasnya dan menelan Borussia Dortmund bulat-bulat dengan skor 4-1 dalam laga fase liga Liga Champions. Sebuah malam yang penuh magis, penuh kendali, dan penuh gol.
Padahal, Nico Kovač membawa Dortmund bermain berani di awal. Mereka menekan tinggi, mencoba mengimbangi City dengan intensitas. Tapi keberanian itu hanya bertahan sebentar. Karena ketika Phil Foden mulai menari, tak ada lagi yang bisa menghentikan badai biru.
Pemain mungil asal Inggris itu sejak menit awal sudah jadi ancaman. Tendangan kerasnya memaksa Gregor Kobel terbang menyelamatkan gawangnya, dan tendangan bebas melengkungnya pun kembali ditepis sang kiper. Tapi pada percobaan ketiga, Etihad meledak.
Menit ke-22, bola liar di luar kotak penalti jatuh ke kaki Foden. Para bek Dortmund menunggu — terlalu lama. Satu gerakan cepat, lalu tembakan mendatar akurat mengarah ke sudut bawah gawang. 1-0! Sebuah gol khas Foden: cerdas, cepat, dan mematikan.
Hanya tujuh menit berselang, badai kedua datang. Jeremy Doku menari di sisi kiri, mengirim umpan tarik sempurna. Erling Haaland yang menyambar bola di depan gawang mantan klubnya. Tanpa selebrasi berlebihan, tapi dengan insting predator sejati. 2-0 City!
Dortmund berusaha keluar dari tekanan, namun Kobel tak pernah berhenti bekerja. Ia menepis tembakan Tijjani Reijnders, tapi City tak berhenti menggempur.
Menit ke-57, Foden kembali menunjukkan mengapa dia disebut “The Stockport Iniesta.” Menerima bola di tepi kotak, ia melepaskan tembakan melengkung indah ke pojok atas gawang — gol kedua, dan mungkin yang paling indah malam itu.
Dortmund sempat memperkecil kedudukan lewat Waldemar Anton, memanfaatkan umpan Julian Ryerson di menit akhir, tapi itu cuma hiburan singkat. Karena di masa tambahan waktu, pemain pengganti Rayan Cherki mengunci pesta: lari brilian, penyelesaian elegan, dan skor akhir 4-1.
Melansir BBC, tim Pep Guardiola naik ke posisi keempat dalam klasemen, dengan delapan tim teratas lolos otomatis ke babak 16 besar.
Manchester City kembali jadi City yang menakutkan. Dengan kombinasi kekuatan, kecepatan, dan seni, mereka menunjukkan kepada Eropa bahwa sang juara belum selesai berbicara.(maq)










