edisiana.com — Juventus kembali gagal menaklukkan Eropa. Di hadapan publik Allianz Stadium, La Vecchia Signora hanya mampu bermain imbang 1-1 melawan Sporting CP. Hasil yang membuat penantian mereka untuk kemenangan pertama di Liga Champions musim ini semakin menyakitkan.
Sporting datang ke Turin dengan percaya diri tinggi setelah meraih dua kemenangan dalam tiga laga Eropa. Tim asal Lisbon itu langsung menggigit sejak awal.
Baru menit ke-12, Araujo membuka skor dengan tembakan rendah yang sempat membentur tiang sebelum bersarang di gawang Juve.
Raksasa Portugal hampir menambah luka Juventus dua menit berselang. Kali ini Trincão yang meneror, tapi tembakannya hanya mencium mistar gawang.
Juventus tersentak, mulai mengambil alih permainan, dan menggempur pertahanan Sporting. Dušan Vlahović memaksa Rui Silva bekerja keras menepis peluang emas di babak pertama.
Namun sang bomber Serbia akhirnya memecah kebuntuan — menerima umpan silang cerdas dari Khephren Thuram dan menuntaskannya dengan sepakan mendatar yang tak mampu dihalau Silva.
Gol itu menjadi pelipur lara kecil bagi Vlahović: gol pertamanya dari permainan terbuka dalam 10 pertandingan terakhir. Juventus pun menggeliat, mencoba menekan hingga menit akhir.
Tetapi Rui Silva tampil luar biasa — termasuk penyelamatan gemilang di masa tambahan waktu untuk menggagalkan Jonathan David dan menjaga skor tetap imbang.
Hasil ini memperpanjang paceklik kemenangan Juventus di Liga Champions menjadi lima pertandingan beruntun — laju terburuk mereka di kompetisi ini sejak periode kelam antara April dan November 2013.
Dari empat laga fase grup, menurut BBC, Juventus kini baru mengumpulkan tiga poin hasil dari tiga kali imbang. Sementara Sporting melenggang lebih nyaman dengan tujuh poin dan posisi yang semakin kokoh di papan atas grup.
Malam di Turin berakhir dengan sorak kecewa. Juventus masih menunggu, masih berharap — tapi kemenangan di Eropa, untuk sementara, tetap menjadi mimpi yang belum terwujud.(maq)











