edisiana.com – Real Betis menyalakan lagi api di Benito Villamarín. Los Verdiblancos tampil memukau dan tak memberi ampun pada Mallorca, menang 3-0 dengan permainan yang efisien, agresif, dan bergaya khas Manuel Pellegrini.
Kemenangan pada lag Minggu malam ini bukan sekadar tiga poin — ini adalah pernyataan niat. Melansir MD, Betis kini menjadi satu-satunya tim yang masih sanggup menempel Villarreal dan Atlético Madrid dalam perebutan tempat di Liga Champions.
Dan Pellegrini tahu, ini adalah satu-satunya trofi Eropa yang belum pernah ia raih bersama klub Andalusia tersebut.
Segalanya berjalan seperti di skenario ideal. Betis melaju kencang di babak pertama dan menutupnya dengan skor 3-0.
Yakni keunggulan nyaman yang lahir dari pressing tinggi dan efisiensi luar biasa di depan gawang. Mallorca tak mampu keluar dari tekanan, dan kiper mereka, Bergström, menjadi sosok sial: beberapa kesalahan darinya membuka jalan bagi gol-gol Betis.
Memasuki babak kedua, Betis menurunkan tempo, tapi tetap berbahaya lewat serangan balik cepat. Bergström menebus kesalahannya dengan beberapa penyelamatan penting atas peluang Cucho, Antony, dan Pablo García.
Sementara Abde sempat membuat stadion menahan napas ketika tembakannya hanya menghantam sisi jaring, padahal gawang sudah terbuka lebar.
Namun pada akhirnya, tiga gol sudah cukup. Tiga gol yang menjaga mimpi Betis tetap hidup.
Dengan mentalitas juara yang dibangun Pellegrini, Betis kini tidak lagi sekadar pengganggu — mereka penantang serius empat besar LaLiga.(maq)










