edisiana.com – Igor Thiago jadi bintang dalam menjamu Manchester United dengan mencetak dua gol. Tapi di balik kefantastisanya di sepak bola Eropa, tak lepas dari kesulitan menjalani hidup. Inilah kisahnya.
Igor Thiago lahir di Brasil pada 26 tahun silam. Tepatnya di Gama, wilayah administratif Brasília. Dengan nama lengkap Igor Thiago Nascimento Rodrigues.
Sejak berusia 13 tahun ia kehilangan ayahnya. Dan yang menghidupi ibunya yang seorang pembersih jalan, María Diva. Sementara ia bekerja di konstruksi sebagai tukang batu, bekerja serabutan di pameran, dan membagikan brosur.
Sebelumnya dia tidak mempertimbangkan karier sepak bola. Dan baru mulai bermain bola di Gremio Ocidental, tempat saudaranya sudah menjadi pemain.
Thiago mulai bermain futsal dan mengikuti uji coba di beberapa tim sebelum bergabung dengan tim U-17 Verê, dari pedalaman Paraná. Kemudian bergabung dengan akademi Cruzeiro
Jadi mengatasi kesulitan bukanlah hal baru bagi Thiago.”Ketika saya berusia 13 tahun, ayah saya meninggal dunia,” kata Thiago dikutip dari BBC.
Menurut dia, kala itu ia mulai bekerja di pekan raya sambil membawa buah. “Saya juga bekerja sebagai tukang batu. Saya memiliki beberapa pekerjaan. Dan saya belum terjun ke dunia sepak bola profesional,” tegasnya.
Selama beberapa tahun, karier sebagai pemain sepak bola profesional tidak menjadi pertimbangan karena Thiago lebih mengutamakan mendukung ibunya.
Namun setelah bermain untuk Vere FC di tingkat regional di Brasil selatan, ia pindah ke tim profesional Cruzeiro.
Setelah itu mendapatkan kesempatan di Eropa bersama klub Bulgaria Ludogorets.
“Kehidupan awal saya benar-benar memengaruhi cara saya bermain. Saya juga sangat fokus pada hal-hal yang ingin saya lakukan,” ujar Thiago.
Thiago membantu Ludogorets memenangkan gelar Bulgaria pada tahun 2022-23 dengn mencetak 15 gol. Selain itu ia juga dinobatkan sebagai pemain muda terbaik saat Club Brugge mencapai semi-final kompetisi Eropa.
Dari sana, pemain Brasil itu pindah ke Brentford. Namun dia mengalami cedera serius di tahun pertamanya.
Sekarang, performanya Thiago membaik dan memenuhi syarat untuk bermain untuk timnas Brasil atau Bulgaria di tingkat internasional.
Pakar bola Alan Shearer menambahkan dengan ia mencetak dua gol saat menjamu Manchester United artinya ia akan dinilai sebagai seorang striker. “Dia tampak bisa mengisi kekosongan yang ditinggalkan Mbeumo dan Wissa,” ujarnya.
Waktu yang akan menjawabnya, tetapi indikasi awal menunjukkan Brentford telah menemukan jawaban atas semua ketakutan di garis depan.(maq)









