Tokoh Bola Dukung Yamal Dapat Ballon d’Or

Lamine Yamal selebrasi mengenakan mahkota raja. Foto: via Mundo Deportivo

edisiana.com — Nama Lamine Yamal semakin menguat sebagai calon peraih Ballon d’Or 2025. Pemain muda berbakat milik FC Barcelona ini mendapatkan dukungan luas dari berbagai tokoh sepak bola dunia atas performanya yang luar biasa sepanjang musim terakhir.

Meskipun pemungutan suara untuk penghargaan individu paling prestisius di dunia sepak bola telah ditutup beberapa hari lalu, tiga finalis Ballon d’Or baru akan diumumkan pada malam gala yang dijadwalkan berlangsung di Paris, Senin, 22 September mendatang.

Namun, laporan dari media ternama Spanyol, Mundo Deportivo, mengungkap bahwa Lamine Yamal dan Ousmane Dembélé adalah dua nama yang paling sering disebut dalam beberapa bulan terakhir sebagai kandidat utama peraih trofi tersebut.

BACA JUGA:  Xavi: Messi Masih Bisa Jadi Andalan Barcelona

Lamine, yang baru berusia 18 tahun, mencuri perhatian dunia lewat penampilan gemilangnya bersama Barcelona dan tim nasional Spanyol.

Ia menjadi simbol dari generasi baru pemain dengan kemampuan teknis luar biasa, insting tajam, dan karisma yang menginspirasi.

Tidak hanya memberikan kontribusi nyata di lapangan, nama Yamal kini juga menghiasi kaus penggemar dari berbagai belahan dunia — sebuah bukti bahwa pesonanya menembus batas usia dan budaya.

Daftar pendukung Yamal pun bukan orang sembarangan. Sejumlah mantan pemenang Ballon d’Or, pelatih, dan legenda sepak bola telah secara terbuka menyatakan kekaguman mereka terhadap pemain bernomor punggung 10 itu.

BACA JUGA:  Xavi Hernandez: Juara Piala Dunia Antarklub Bersama Barcelona Seperti Masuk Surga

Mereka menyoroti dampaknya di usia muda sebagai sesuatu yang sangat jarang terjadi dalam sejarah sepak bola.

Sementara itu, rival terdekatnya dalam perebutan Ballon d’Or, Ousmane Dembélé, saat ini tengah menjalani masa pemulihan akibat cedera. Klubnya, Paris Saint-Germain (PSG), dilaporkan tengah melakukan kampanye intens untuk mempromosikan Dembélé sebagai kandidat kuat.

Namun, berbeda dengan Dembélé yang dinilai mendapat dukungan strategis, kasus Lamine Yamal disebut sebagai “ledakan alami” — fenomena spontan yang lahir dari permainan murni dan loyalitas lintas generasi.

Meskipun belum ada hasil resmi, antusiasme publik dan dukungan para profesional memberi isyarat bahwa Lamine Yamal bisa saja mencetak sejarah sebagai pemenang Ballon d’Or termuda sepanjang masa.

BACA JUGA:  Zinedine Zidane Deal ke Munchen Musim Depan

Dunia kini menantikan apakah keajaiban anak muda dari La Masia ini akan benar-benar diakui secara resmi pada malam penganugerahan nanti.(maq)