edisiana.com — Mimpi Rangers untuk tampil di fase grup Liga Champions musim ini hancur berantakan setelah dihantam telak oleh Club Brugge dengan skor 6-0 di leg kedua babak play-off. Hasil tersebut melengkapi kekalahan agregat memalukan 9-1 dan memunculkan tekanan besar pada manajer baru mereka, Martin.
Rangers hanya butuh keajaiban setelah kalah 3-1 di leg pertama di Ibrox, namun delapan menit awal yang buruk di Belgia sudah cukup untuk menghancurkan semua harapan. Tim tamu kebobolan lima gol di babak pertama dalam performa yang sangat mengecewakan pada Kamis dini hari tadi.
Masalah dimulai saat Rangers gagal mengantisipasi umpan silang yang mengarah ke Nicolo Tresoldi. Sundulan penyerang Brugge itu mengarah tajam ke gawang tanpa mampu dibendung Jack Butland.
Hanya tiga menit berselang, bencana bertambah ketika bek Max Aarons secara tidak masuk akal menjatuhkan Christos Tzolis di kotak penalti. Wasit langsung mengeluarkan kartu merah, membuat Rangers bermain dengan 10 orang sejak menit ke-11.
Brugge semakin menggila. Kapten Hans Vanaken menambah keunggulan melalui sundulan dari sepak pojok, sebelum tim tuan rumah mencetak tiga gol tambahan hanya dalam enam menit menjelang akhir babak pertama.
Joaquin Seys mencetak gol indah lewat tembakan voli setelah memanfaatkan bola rebound, sementara Aleksandar Stankovic dengan leluasa menyundul bola untuk menutup babak pertama dengan skor telak 5-0.
Brugge mendominasi sepenuhnya dengan 19 tembakan di babak pertama saja. Dua tembakan memukau dari Tzolis dan Vanaken bahkan sempat membentur mistar gawang. Kiper Jack Butland harus bekerja keras untuk mencegah skor menjadi lebih parah.
Taktik Bertahan Tak Banyak Membantu
Manajer Martin mencoba merespons dengan perubahan formasi menjadi 5-4-0 di babak kedua, sebuah pendekatan ultra-defensif untuk membatasi kerusakan lebih lanjut. Namun, hanya lima menit setelah jeda, Tzolis berhasil menembus pertahanan dan mencetak gol keenam Brugge.
Beruntung bagi Rangers, Club Brugge mengendurkan tekanan di sisa pertandingan, tampaknya puas dengan keunggulan mereka. Namun, kerusakan telah terjadi, dan kekalahan memalukan ini mencerminkan masalah serius yang tengah dihadapi tim asal Skotlandia tersebut.
Rekor Buruk dan Tekanan Besar untuk Martin
Ini adalah salah satu kekalahan terburuk Rangers di kompetisi Eropa, menyamai skor 6-0 saat melawan Real Madrid pada tahun 1963 dan kekalahan 7-1 melawan Liverpool pada 2022. Parahnya, ini juga menjadi kekalahan ke-7 Rangers dalam 10 pertandingan terakhir mereka di semua kompetisi musim ini, dengan hanya tiga kemenangan yang diraih.
Melansir BBC, Manajer Martin menghadapi tekanan besar dari suporter yang kecewa, terutama melihat buruknya organisasi pertahanan dan kurangnya semangat juang para pemain di level tertinggi kompetisi Eropa.(maq)








