edisiana.com – Anfield kembali membuktikan keangkerannya bagi tim tamu. Dalam pertandingan persahabatan yang digelar Senin malam waktu setempat, Liverpool mengalahkan klub LaLiga, Athletic Bilbao, dengan skor meyakinkan 4-1. Kemenangan ini melengkapi hasil positif sehari sebelumnya, saat The Reds menang tipis 3-2 atas lawan yang sama.
Tuan rumah langsung tancap gas sejak awal laga. Baru dua menit berjalan, Liverpool sudah membuka keunggulan. Alexis Mac Allister mengirimkan assist kepada pemain muda Rio Ngumoha yang melepaskan tembakan keras dari luar kotak penalti tanpa bisa dihalau lini belakang Bilbao.
Hanya berselang tiga menit, publik Anfield kembali bersorak. Kali ini giliran Darwin Núñez yang mencatatkan namanya di papan skor setelah menerima umpan terukur dan menyelesaikannya dengan tenang.
Menjelang turun minum, Liverpool menambah keunggulan menjadi 3-0 lewat gol bunuh diri kiper Athletic, Alex Padilla, yang salah mengantisipasi bola hasil tekanan pemain The Reds.
Memasuki babak kedua, pasukan Arne Slot tidak mengendurkan serangan. Harvey Elliott menutup pesta gol Liverpool setelah menerima umpan matang dari Núñez di tengah kotak penalti dan melepaskan tembakan keras yang tak terbendung.
Bilbao hanya mampu mencetak satu gol hiburan di penghujung pertandingan. Gorka Guruzeta berhasil menanduk bola masuk ke gawang usai menerima umpan silang dari sisi kanan.
Pertemuan Pertama: Liverpool 3-2 Athletic Bilbao
Pemain Athletic merayakan golnya di pertandingan persahabatan melawan Liverpool. Foto: SC
Dalam pertemuan pertama yang digelar sehari sebelumnya, Liverpool tampil agresif sejak menit awal. Mereka mendominasi jalannya laga melalui permainan transisi cepat dan penguasaan bola yang solid.
Peluang demi peluang tercipta lewat Florian Wirtz, Dominik Szoboszlai, dan Cody Gakpo. Namun gol baru tercipta pada menit ke-14 lewat solo run Hugo Ekitiké dari sisi kiri yang diakhiri dengan tembakan akurat.
Athletic kesulitan keluar dari tekanan dan sempat hampir kebobolan lagi ketika Mohamed Salah nyaris mencetak gol usai kesalahan sapuan dari Adama.
Unai Simón menjadi penyelamat Bilbao setelah dua kali menepis peluang emas dari Wirtz. Namun kebangkitan Bilbao dimulai saat Oihan Sancet mencetak gol melalui bola mati yang dikembalikan Vivian ke tengah kotak penalti.
Dengan salah satu bek mereka, Mendillorri, meninggalkan posisinya, Maroan tampil heroik menyapu dua peluang beruntun di garis gawang. Namun, Konaté sempat kecolongan saat salah satu gelandang Bilbao lolos dari penjagaan.
Pada babak kedua, Cody Gakpo menjadi sosok kunci. Meski peluang emasnya digagalkan Simón, ia berhasil memanfaatkan bola muntah semenit kemudian untuk membawa Liverpool kembali unggul 2-1.
Namun keunggulan itu tak bertahan lama. Bilbao kembali menyamakan skor melalui gol sundulan Maroan yang menyambut sepak pojok, meski bola sempat dibelokkan ke gawang sendiri oleh Gakpo.
Tak ingin mengakhiri laga dengan hasil imbang, Gakpo kembali menjadi penentu. Kali ini ia mencetak gol kemenangan lewat tembakan mendatar yang melewati kolong tubuh Unai Simón. Skor akhir 3-2 untuk kemenangan Liverpool.(maq)











