Dulu Pemungut Bola, Kini Michelle Agyemang Jadi Pahlawan Inggris di Euro Wanita 2025

Pemain Inggris memberikan selamat kepada Agyemang yang mencetak gol kemenangan. Foto: via BBC

edisiana.com – Michelle Agyemang mencuri perhatian sebagai pahlawan kemenangan Inggris dalam laga semifinal Euro Wanita 2025 melawan Italia. Pemain berusia 19 tahun itu mencetak gol penyeimbang penting di menit akhir yang menjaga asa The Lionesses untuk mempertahankan gelar tetap hidup di Swiss.

Empat tahun lalu, Agyemang hanya berdiri di pinggir lapangan sebagai pemungut bola saat pertandingan timnas Inggris di Wembley. Kini, ia menjadi bagian penting dalam perjalanan Inggris menuju final, mencetak gol-gol krusial yang mengubah jalannya turnamen.

Setelah mencetak gol pada menit ke-81 di laga perempat final kontra Swedia—yang memaksa laga berlanjut ke perpanjangan waktu dan adu penalti—Agyemang kembali menjadi penentu di semifinal. Masuk sebagai pemain pengganti di menit-menit akhir, ia mencetak gol penyama kedudukan pada menit ke-96, sebelum Chloe Kelly memastikan kemenangan 2-1 di babak tambahan.

BACA JUGA:  Ronaldo Masih Malu-malu Mau Pensiun

Perjalanan Agyemang ke timnas senior Inggris dimulai dari tim U-19. Namun pertemuan pertamanya dengan skuad utama terjadi secara tak langsung saat ia menjadi ball girl pada laga kualifikasi Piala Dunia melawan Irlandia Utara tahun 2021—pertandingan ketiga Sarina Wiegman sebagai pelatih Inggris.

“Rasanya gila. Melihat para pemain begitu dekat dengan saya waktu itu,” kenang Agyemang dalam wawancara dengan BBC Sport. “Beth Mead mencetak hat-trick hari itu. Menjadi bagian dari pengalaman itu sangat berharga dan tak akan pernah saya lupakan.”

BACA JUGA:  Tiket Ludes, Messi Unjuk Gigi, Cetak Gol Menakjubkan

Pelatih Sarina Wiegman mengetahui kisah transformasi Agyemang dari pemungut bola menjadi pemain inti. Namun penyerang Arsenal itu mengaku banyak rekan setimnya di timnas belum tahu kisah masa lalunya, dan ia tak mempermasalahkannya. Ia dikenal sebagai sosok remaja pendiam dan rendah hati, namun selalu penuh energi di atas lapangan.

Penampilannya yang mencuri perhatian sudah terlihat sejak laga pembuka melawan Prancis. Meski hanya bermain selama empat menit, Agyemang menjadi pemain dengan sentuhan terbanyak di kotak penalti lawan (5 kali), nyaris menciptakan serangan balik berbahaya.

BACA JUGA:  City Bakal Rombak Skuadnya

Meski saat itu Inggris kalah, golnya melawan Swedia dan penampilan heroiknya di semifinal telah menjadikannya sebagai salah satu sosok kunci di balik sukses Inggris melaju ke final.

“Berarti sekali bagi saya akhirnya bisa berada di sini,” ucap Agyemang penuh haru.(maq)