edisiana.com – Upaya Neymar untuk meniru momen ikonik “Tangan Tuhan” milik Diego Maradona justru berakhir pahit. Penyerang asal Brasil itu dikeluarkan dari lapangan dalam pertandingan liga Brasil antara Santos dan Botafogo, Senin ini.
Dalam laga yang masih imbang 0-0 menjelang 15 menit terakhir, Neymar mencoba memanfaatkan bola pantul di kotak penalti dengan melompat dan memasukkan bola ke gawang menggunakan tangannya.
Aksi tersebut langsung memicu kemarahan para pemain Botafogo, yang mengepung wasit dan menuntut hukuman.
Wasit tak ragu memberikan kartu kuning kedua bagi Neymar, yang berarti kartu merah dan pengusiran dari lapangan. Ini menjadi akhir mengecewakan dari penampilan perdananya sebagai starter untuk Santos sejak kembali dari cedera bulan lalu.
Ironisnya, hanya empat menit jelang laga usai, Botafogo berhasil mencetak gol dan mengamankan kemenangan 1-0 — menambah kesengsaraan bagi Neymar dan Santos.
Setelah pertandingan, Neymar menyampaikan permintaan maaf kepada tim dan para penggemarnya melalui media sosial.
“Saya membuat kesalahan, maafkan saya!” tulisnya seperti dinukil dari ESPN pada Senin, 2 Juni 2025. “Hari ini, jika saya tidak dikeluarkan, saya yakin kami akan mendapatkan tiga poin. Kalian bisa anggap kehilangan tiga poin ini sebagai kesalahan saya,” imbuhnya.
Neymar kembali ke Santos pada Januari lalu setelah sempat bermain di klub Arab Saudi, Al-Hilal. Kontraknya bersama klub masa kecilnya ini berlaku hingga 30 Juni.
Kartu merah tersebut membuatnya dipastikan absen dalam pertandingan berikutnya melawan Fortaleza pada Kamis mendatang.
Dan jika kontraknya tidak diperpanjang sebelum Liga Brasil dimulai kembali setelah Piala Dunia Antarklub, maka laga hari ini bisa menjadi penampilan terakhirnya untuk Santos.(maq)











