Inter Milan Kena Batunya Setelah Pilih Seragam Kuning di Final Liga Champions

Inter Milan mengenakan baju ketiganya melawan PSG. Foto: via MetroSports

edisiana.com – Inter Milan mengambil keputusan mengejutkan dengan mengenakan seragam ketiga mereka yang berwarna kuning mencolok dalam final Liga Champions melawan Paris Saint-Germain. Keputusan ini diambil dengan harapan warna tersebut membawa keberuntungan. Namun, alih-alih mendatangkan tuah, Inter justru dipermalukan habis-habisan oleh PSG dengan skor telak 0-5.

Sebagai klub Serie A yang identik dengan seragam kandang bergaris hitam dan biru selama beberapa dekade, keputusan untuk mengganti kostum bukan tanpa alasan.

PSG ditetapkan sebagai tim tuan rumah untuk final yang digelar di Munich pada Sabtu malam, sehingga Inter tidak diperkenankan mengenakan seragam kandang mereka karena dianggap berbenturan warna dengan tim lawan.

Sebenarnya, Inter memiliki seragam tandang berwarna putih yang juga menjadi opsi. Mereka sempat menggunakannya pada tiga laga Liga Champions musim ini. Sayangnya, pengalaman pertama dengan seragam putih justru berakhir pahit — kekalahan 0-1 dari Bayer Leverkusen pada Desember lalu.

BACA JUGA:  Brighton Tertarik Datangkan Hummels Meski Sudah Beli Lima Pemain

Untuk pertandingan berikutnya, Inter beralih ke seragam ketiga mereka yang berwarna kuning saat menghadapi Sparta Praha, dan hasilnya lebih baik: menang 1-0. Seragam kuning ini kemudian kembali dikenakan saat menghadapi Feyenoord di babak 16 besar dan kembali membawa kemenangan 2-0.

Di perempat final melawan Bayern Munich, Inter kembali ke seragam kandang mereka. Sementara itu, pada laga semifinal tandang yang menegangkan melawan Barcelona dan berakhir imbang 3-3, Inter memilih menggunakan seragam putih kembali.

BACA JUGA:  Mbappé Antar Madrid Menang Tipis atas Osasuna di Laga Pembuka La Liga

Menjelang final, UEFA memberikan dua opsi kepada Inter: mengenakan seragam putih atau strip ketiga berwarna kuning. Meski tak memberikan pernyataan resmi, Inter akhirnya memilih seragam kuning yang dianggap membawa keberuntungan karena dua kemenangan sebelumnya.

Namun, gelandang Inter Nicolo Barella menepis anggapan bahwa pemilihan warna ini karena takhayul. “Kami berdiskusi, ada beberapa opsi di atas meja, dan kami memilih seragam kuning,” ujar Barella seperti dilansir MetroSports pada Minggu, 1 Juni.

“Tidak lebih dari itu. Ini seragam yang kami sukai dan kami berharap bisa membawa hasil positif di final,” ujarnya menambahkan.

Pihak klub juga menambahkan bahwa pemilihan seragam sudah sesuai dengan ketetapan UEFA. “Inter, sebagai tim tandang resmi, akan bermain menggunakan Seragam Ketiga musim ini,” demikian pernyataan resmi klub.

BACA JUGA:  Messi Balik Kampung Disambut Wali Kota Rosario

“Anak-anak asuh Simone Inzaghi akan mengenakan seragam kuning dengan desain yang terinspirasi dari simbol-simbol kota Milan, semuanya berwarna hitam.”

Sayangnya, apa yang diharapkan sebagai warna keberuntungan justru berubah menjadi mimpi buruk di malam final.(maq)