edisiana.com – Tottenham Hotspur akhirnya mengakhiri penantian panjang selama 17 tahun tanpa trofi dengan menjuarai Liga Europa di Spanyol.
Kemenangan ini bukan hanya mencatatkan sejarah, tapi juga membuka babak baru yang penuh peluang bagi klub asal London Utara tersebut.
Melansir Mirror pada hari ini, trofi ini membawa Spurs kembali ke pentas Liga Champions musim depan—sebuah pencapaian penting yang memperkuat kondisi finansial klub, meningkatkan daya tarik mereka di bursa transfer, dan memberikan landasan kuat untuk membangun skuad yang lebih kompetitif.
Liga Champions, sebagai panggung elite sepak bola Eropa, menjadi magnet bagi para pemain bintang dan bakat-bakat muda yang ingin berkembang. Daniel Levy, ketua klub, kini bisa menyambut musim panas dengan rasa optimisme yang lebih besar.
Namun, di tengah euforia kemenangan, masa depan manajer Ange Postecoglou justru masih menjadi tanda tanya.
Pelatih asal Australia itu memang mengukir namanya dalam sejarah klub dengan keberhasilan ini, tapi performa domestik yang mengecewakan membuat posisinya tetap belum aman.
Sebelum kemenangan di final, kabarnya manajemen klub sudah mempertimbangkan untuk mengganti Postecoglou.
Kini, Spurs tengah mengkaji sejumlah kandidat potensial untuk posisi pelatih, di antaranya Thomas Frank (yang memiliki hubungan dekat dengan direktur teknis Johan Lange), Andoni Iraola, Marco Silva, dan Oliver Glasner.
Meski Postecoglou sukses mempersembahkan gelar, waktu bisa jadi masih terbatas baginya di kursi pelatih Tottenham.(maq)










