PSG Bukan Lagi Raja Liga Petani, Tapi Terhebat di Eropa

Pemain PSG merayakan lolos ke final Liga Champions usai mengalahkan Arsenal. Foto: via Daily Mail

edisiana.com – Luis Enrique secara cerdas memanfaatkan momen keberhasilan Paris Saint-Germain (PSG) untuk menyindir kritik lama terhadap Ligue 1.

Julukan “liga petani” sering digunakan untuk meremehkan kompetisi domestik Prancis, seolah-olah kualitasnya jauh di bawah liga-liga top Eropa lainnya.

Namun, setelah PSG berhasil mengalahkan empat tim kuat Liga Inggris—Manchester City, Liverpool, Aston Villa, dan Arsenal—dalam perjalanan mereka ke final Liga Champions, Enrique menyindir bahwa “liga petani” justru berhasil menyingkirkan tim-tim dari liga yang dianggap lebih superior.

BACA JUGA:  Maunya Tim Liga Champions, Potter Tolak Tawaran Dua Klub

Ini juga memperkuat argumen bahwa PSG musim ini tampil sebagai kekuatan Eropa yang sejati, bukan hanya penguasa domestik.

Jika mereka memenangkan Coupe de France dan Liga Champions, mereka akan mencetak sejarah dengan treble pertama klub itu, menunjukkan dominasi di semua kompetisi yang mereka ikuti.

Liga petani, bukan? Kami adalah liga petani. Tapi itu bagus. Kami menikmati hasilnya dan pujian dari semua orang yang berbicara tentang tim kami — mentalitas kami, cara kami bermain. Itu bagus,” kata pelatih PSG seperti dilansir ESPN pada hari ini.

BACA JUGA:  Patrick Vieira Mundur dari Kursi Pelatih Genoa

“Mikel Arteta adalah teman baik saya, tetapi saya sama sekali tidak setuju [bahwa Arsenal pantas menang]. Arsenal memainkan pertandingan hebat dan kami banyak menderita, tetapi kami pantas melaju ke final,” tutur mantan pelatih Barcelona itu.(maq)