Kisah Thomas Tuchel, Manajer Timnas Inggris: Sempat Ditolak Pemain Dortmund (Bagian – 2)

Tuchel memberikan instruksi kepada pemainnya. Foto: Getty

edisiana.com – Thomas Tuchel menjadi manajer Borussia Dortmund setelah Jurgen Klopp yang pindah ke Liverpool pada tahun 2015.

Selama tujuh tahun Klopp di Dortmund, ia telah memenangkan Bundesliga dua kali dan mencapai final Liga Champions.

Dan Tuchel dituntut hal sama yang saat itu pendukung dan pemain Dortmund tidak begitu simpati dengan kedatangannya.

“Sejujurnya saya tidak berharap banyak saat diumumkan bahwa ia akan menjadi manajer baru. Saya bahkan sempat berunding untuk meninggalkan klub,” kenang mantan gelandang Dortmund Ilkay Gundogan seperti dilansir BBC pada hari ini.

“Saya pernah meneleponnya satu kali dan dia memperkenalkan dirinya kepada saya saat saya sedang berlibur di liburan musim panas, dan itu benar-benar pembicaraan yang sangat bagus,” tambahnya.

BACA JUGA:  Target Ten Hag: Piala Inggris dan Eropa

Dia, Gundogan melanjutkan, mencoba menjelaskan beberapa hal, bagaimana dia ingin timnya bermain, bagaimana berlatih.

Gundogan bergabung dengan Manchester City setelah Dortmund finis kedua di Bundesliga pada akhir musim 2015-16.

Sementara Tuchel mengklaim trofi utama pertama dalam kariernya, mengalahkan Eintracht Frankfurt 2-1 di final Piala Jerman pada Mei 2017, yang terbukti menjadi pertandingan terakhirnya di klub tersebut.

Meski begitu, mantan pemain timnas Jerman Gundogan benar-benar terpikat oleh Tuchel dalam satu-satunya musim yang mereka lalui bersama.

BACA JUGA:  Bek Muda City Ditarik ke Timnas Inggris Senior

“Saya hanya bisa mengatakan hal-hal positif tentangnya sejak kami di Dortmund. Ia luar biasa secara taktis dan sangat jujur ​​serta terbuka. Secara pribadi, saya sangat cocok dengannya,” jelas Gundogan.

Hitzlsperger merasa keterampilan Tuchel dalam mengelola pemain akan menjadi kunci kesuksesan bersama Inggris.

“Para pemain yang pernah bekerja sama dengan Tuchel di masa lalu bersikap sangat positif terhadapnya, dan cara dia mengomunikasikan ide-idenya kepada mereka,” tutur Hitzlsperger.

” Dia manajer papan atas, jadi mereka akan terbuka terhadap ide-idenya dan terbiasa dengan sebagian besar idenya, jadi transisi ini akan berjalan lancar,” imbuhnya

BACA JUGA:  Pep Guardiola Ramalkan Matheus Nunes Jadi Pemain Terbaik Dunia Setelah Disulap Jadi Bek

Rangnick menambahkan Tuchel merupakan pelatih yang humoris dan cerdas. “Dia penasaran, lucu, dan punya selera humor yang bagus. Humornya sangat spesifik dan,” tutupnya.(maq/habis)