Saatnya Pemain Muda Man. City Tunjukkan Taji

Savinho mencetak satu gol dari kemenangan 3-1 atas Brugge. Foto: via Daily Mail

Putaran Keempat Piala FA

edisiana.com – Klub League One, Leyton Orient akan menyambut juara bertahan Liga Premier Manchester City, Sabtu malam nanti, sekitar pukul 19.15 WIB. Dua tim ini bagaikan langit dan bumi.

Leyton Orient dan Manchester City telah bertemu sebanyak 16 kali di semua kompetisi. Tapi ya itu kualitas yang jauh berbeda membuat The Sky Blue tentu lebih banyak diunggulkan.

Secara head to head Citizens mencatat 12 kemenangan. Sementara Leyton hanya dua kali, sedangkan sisanya dua hasil imbang yang dimainkan oleh kedua tim ini.

Menurut Sport Mole, pada pertandingan- nanti merupakan pertemuan pertama mereka terjadi sejak 1909.

Kala itu Orient mengamankan kemenangan kandang 3-2 atas Man City di Divisi Dua lama. The Citizens berhasil membalas dendam dan memenangkan pertandingan sebelumnya dengan skor 2-1 di kandang mereka sendiri tujuh bulan kemudian.

BACA JUGA:  Dewa United Bungkam Persik Kediri 3-1, Alexis ‘Messi’ Doro Bersinar di Indomilk Arena

Faktanya, City mampu memenangkan delapan pertemuan berikutnya dengan Orient dalam kurun waktu 52 tahun. Termasuk dua kemenangan Piala FA dengan skor 4-1 dan skor 6-1 masing- masing pada bulan Januari 1920 dan Maret 1926.

City meraih empat poin dari dua pertemuan mereka di liga utama dengan Orient pada musim 1962-63, menang 2-0 di kandang dan seri 1-1 di tandang. Kendati kedua tim terdegradasi pada musim itu.

Kemenangan terbesar The Citizens atas Orient hingga saat ini adalah kemenangan telak 6-0 di divisi kedua di Maine Road pada bulan Agustus 1964.

BACA JUGA:  Salah Jengkel Tidak Ada Kesepakatan Baru Sama Liverpool

Namun The O’s, julukan Leytonmenang dalam laga seru tujuh gol hanya lima hari kemudian, dengan skor 4-3.

Pertemuan terakhir antara kedua tim ini terjadi pada bulan Mei 1966. Mereka bermain imbang 2-2 dalam suatu musim ketika Man City dipromosikan sebagai juara divisi kedua dan Orient terdegradasi setelah finis di posisi terbawah.

Sekarang City jauh berbeda dari kala itu. Si Biru dilatih oleh manajer top dunia, Pep Guardiola. Yang telah memberi banyak gelar.

ApalagI sekarang skuadnya berkalualitas dunia. Bahkan pada jendela Januari kemarin City menambah pemain bintangnya. Vitor Reis, Khusanov, Omar Marmoush dan terakhir gelandang Nico Gonzalez.

BACA JUGA:  Format Baru Playoff Antarbenua di Piala Dunia 2022

Dalam laga ini bisa menggunakan bintang para bintang muda untuk unjuk taji di depan Pep Guardiola. Pep akan berusaha memenangkan pertandingan setelah kalah 5-1 di kandang Arsenal.(maq)