Kalah dari Newcastle, Bos Arsenal Kehabisan Kata-kata

Mikel Arteta yakin suatu saat nanti Arsenal juara. Foto: via ESPN

edisiana.com – Mikel Arteta tak berani lagi bicara meraih mimpi gelar juara. Sebab setelah kalah dari 1-0 di Newcastle United pada Sabtu malam, 2 November 2024, Arsenal tertinggal tujuh poin dari pimpinan klasemen, Liverpool.

Harapan Arsenal untuk meraih gelar juara terpukul oleh Newcastle seiring persaingan tak terduga di Liga Primer semakin dalam.

Sundulan Alexander Isak pada menit ke-12 menyelesaikan pertandingan yang berlangsung sengit di St James’ Park.

Sementara Arsenal kesulitan menembus pertahanan tuan rumah dan cuma mencatatkan satu tembakan tepat sasaran.

BACA JUGA:  Everton Fokus Cetak Gol di Kandang Arsenal

Arsenal kini tertinggal tujuh poin di pemuncak klasemen Liverpool setelah kemenangan mereka atas Brighton pada hari yang sama.

“Saya mengerti itu, tetapi setelah delapan, sembilan atau 10 pertandingan tahun lalu kami tidak berbicara tentang gelar dan kami tidak akan membicarakannya sekarang,” ucap Arteta dinukil dari ESPN pada hari ini.

“Kami tidak akan menemukan kata-kata atau jawaban yang tepat untuk menggambarkan perasaan kami. Kami harus menunjukkannya di lapangan pada Rabu malam pekan depan melawan Inter Milan,” terangnya.

Arteta mengatakan Newcastle membuat permainan lebih fisik setelah gol Isak dan yakin timnya seharusnya mengatasi tugas dengan lebih baik.

BACA JUGA:  Pemain Skotlandia Cedera Parah

“Kami memang pantas kalah hari ini,” katanya.

“Saya pikir kami memulai dengan sangat baik dan sangat dominan. Kami tidak bertahan dengan baik di kotak penalti. Pujian untuk mereka. Mereka mencetak gol hebat dengan umpan yang bagus,” tutur dia.

“Kemudian permainan berubah dan Anda mulai memainkan permainan yang berbeda. Anda harus beradaptasi dan kami tidak melakukannya dengan cukup baik. Saya

Pelatih asal Spanyol itu mengaku timnya sangat frustrasi. Karena terbentur pertahanan dan ikut permainan The Magpies.

BACA JUGA:  Prancis Menutup Karir Ronaldo dengan Kekalahan

“Kami terseret ke dalam permainan yang selalu mereka cari dan kami tidak bisa memainkan permainan yang kami inginkan,” pungkasnya.(maq)