edisiana.com – Pelatih Alavés Luis Garcia Plaza mengatakan Endrick seharusnya dikeluarkan dari lapangan saat Real Madrid menang 3-2 di LaLiga. Sebab striker remaja itu menyerang bek Santiago Mouriño dengan lututnya saat melakukan tekel tanpa bola.
Madrid unggul 3-0 dalam pertandingan di Santiago Bernabeu berkat gol-gol dari Lucas Vázquez, Kylian Mbappé dan Rodrygo Goes.
Dan dua gol Alavés di menit-menit akhir membuat akhir pertandingan menjadi menegangkan.
Endrick menerima kartu kuning atas bentrokan dengan Mouriño, yang terjadi saat kedua pemain saling bergesekan di dalam area penalti.
“Itu kartu merah. Kami seharusnya bermain 10 menit terakhir melawan 10 pemain,” tegas Garcia Plaza dinukil dari ESPN pada Rabu ini.
Plaza sempat terlibat diskusi panas dengan rekan setimnya di Madrid Carlo Ancelotti saat peluit tanda berakhirnya pertandingan dibunyikan.
“Itu kartu merah yang jelas, tidak ada yang bisa mengatakan itu bukan kartu merah. Jika wasit tidak melihatnya, itulah gunanya VAR. Mungkin mereka mendapat lebih banyak kartu kuning daripada yang seharusnya, tetapi bagi Endrick, itu kartu merah,” papar Plaza.
Ancelotti mengatakan dia tidak bisa berkomentar. “Saya tidak bisa memberikan pendapat, saya tidak melihatnya, dan saya belum melihat balasan,” kata pelatih Madrid itu.
Dalam laporan itu, Endrick diajak bicara mengenai insiden itu untuk menghindari terulangnya insiden di masa mendatang, meskipun mereka menyebut masa mudanya dan energinya sebagai faktor yang meringankan.
Ancelotti menambahkan Madrid harus menghindari menerima begitu banyak kartu kuning karena perbedaan pendapat, setelah Federico Valverde, Vinicius Junior dan Luka Modric semuanya mendapat kartu kuning karena berdebat dengan wasit.
“Peraturan telah berubah, dan kita harus terbiasa dengan hal itu.Kita harus berhenti. Ini tidak adil atau tidak jujur, kita harus beradaptasi,” ucap Ancelotti.(maq)









